Showing posts with label Kabar Kubur. Show all posts
Showing posts with label Kabar Kubur. Show all posts

Makam Jadi Istana

11:27:00 PM 0
Blog Kisah Abu Nawas kali ini akan memberikan kisah tentang ahli kubur, dimana alam kuburnya berubah menjadi istana karena dia telah menyantuni anak Yatim.

Kisahnya...
Haidar bin Ali bermimpi bertemu dengan Tufail, sahabat Haidar yang telah meninggal dunia.
Ia bermimpi bahwa Tufail telah mendapatkan istana.
Menurutistrinya, semasa hidup, suaminya isyikamah memeliharaanak yatim dan bersedekah.

Pada zaman Islam yang dipimpin oleh HarunAL Rasyid, ada seorang pendudukkota Basrah, Irak yang bernama Tufail bin Amir.
Dia gemar bersedekah dan memelihara anak yatim piatu.
Dia dikenal juga sebagai orang kaya yang tekun beribadah.




Tufail ini meninggal pada hari ke tiga puluh setelah shalat Ashar.
Haidar bermimpi, ia datang ke suatu tempat yang sangat indah.
Ia berjalan di lorong yang bagaikan istana, namun tak berapa lama kemudian dia terbangun.
Tepat dua hari kemudian, dia bermimpi lagi berjalan di lorong indah itu, dan sampailah dia di tempat sebuah kolam indah serta jernih airnya.

"Subhanallah...tempat apa ini ya...
Tempat ini penuh dengan permata, sinarnya sangat menyilaukan mata," kata Haidar dalam hati.

Melihat tempat seindah itu, Haidar segera memasukinya, dan kemudian ada sosok lelaki yang dikelilingi oleh wanita cantik dengan sayap di belakangnya.
Namun belum sempat dia mendekati laki-laki itu, ia keburu terbangun dari tidurnya.

Anehnya, beberapa hari kemudian, mimpi itu berlanjut dan berulang dia berjalan di lorong indah.
Betapa terkejutnya dia, ketika berbalik, ada laki-laki yang sudah lama dia kenal.
"Masya Allah Tufail.
Ternyata engkau bertambah muda dan tampan," katanya dengan senang.
"Iya, ini aku, karena sejak dulu aku suka dan ikhlas bersedekah dan memelihara anak yatim.
Karena itulah Allah mengganti makam ini menjadi istana dan beberapa bidadari cantik yang tak ternilai," nasehat Tufail kepada Haidar.

Sebelum sempat berbicara panjang lebar pertemuan dua sahabat ini, lagi-lagi Haidar terbangaun.
Dan keesokan harinya dia sudah tidak bermimpi lagi tentang kawannya tersebut.
Tanpa menghiraukan siapapun, Haidar segera berlari menuju rumah Tufail dan bertemulah dia dengan istrinya.

Di dalam rumah Tufail banyak sekali anak-anak kecil, dan Haidar pun menceritakan tentang mimpinya itu kepada istri Tufail yang sudah separuh baya itu.
"Apa amalan Tufail, selain senang bersedekah," tanya Haidar kepada istri Tufail.
"Dia senang sekali memelihara anak-anak yatim piatu, dan rumah ini dia jadikan tempat tinggal untuk orang-orang yang terlantar," cerita istri Tufail.

Haidar semakin mengagumi sosok Tufail ini, karena dia tidak hanya senang bersedekah, namun ia juga terkenal ramah tamah dan gemar memelihara anak yatim.'

Nah...tunggu apalagi sob, mari kita sedekahkan sebagian rezeki yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kepada anak Yatim Piatu meski hanya sedkit sesuai keikhlasan, agar kelak di alam kubur, istanalah rumah kita sob.

NB:
Ikhlas dan ikhlas kuncinya, meski hanya sedikit, jika ikhlas hasilnay akan segera kita petik nanti.
Kisah Abu Jahal Dicambuk Malaikat

Kisah Abu Jahal Dicambuk Malaikat

9:38:00 AM 0
Blog Kisah Abu Nawas muncul lagi dengan kisah lain yang tidak kalah menarik untuk dibaca yaitu Kisah Abu Jahal yang dicambuk oleh Malaikat Kubur.
Abu Jahal mati secara mengenaskan dalam perang Badar Kubro.
Dalam perang itu ia ditaklukkan oleh anak muda.
Setelah dikubur, pemuka Quraisy itu mendapatkan siksaan dari malaikat di alam kubur.

Kisahnya...
Dalam sejarah Islam telah dicatat, sahabat Abdurrahman bin Auf menceritakan bahwa ketika ia berada di tengah-tengah Perang Badar Kubro, ia melihat dua anak muda yang gagah berani itu.
Salah satu diantaranya lalu menghampirinya.

"Paman, tunjukkan kepadaku mana Abu Jahal," katanya dengan lantang.
"Anakku, apa yang akan kau perbuat dengannya," tanya Abdurrahman.
"Aku mendengar bahwa ia telah mencela Rasulullah, dan aku pun berjanji kepada Allah seandainya aku melihatnya niscaya aku akan membunuhnya atau aku yang akan mati ditangannya," jawab anak muda itu.




Abu Jahal Kalah dan Mati.
Abdurrahman pun dibuat kaget dibuatnya, lalu pemuda yang satunya lagi memeluknya dan mengatakan hal yang sama kepada Abdurrahman.
Seketika itu juga Abdurrahman melihat Abu Jahal berjalan di tengah kerumunan orang.
"Tidakkah kalian lihat? Itulah orang yang kalian tanyakan tadi," tutur Abdurrahman.

Kedua pemuda itupun saling berlomba mengayunkan pedangnya kepada Abu Jahal hingga keduanya berhasil membunuhnya.
Itulah sekelumit kisah kematian Abu Jahal, dan beberapa lamanya diketahui bahwa Abu Jahal tengah mendapatkan siksa kubur.
Kisah yang mengesankan itu diceritakan oleh sahabat Ibnu Umar r.a.

Suasana Kuburan Abu Jahal.
Pada suatu hari Ibnu Umar melakukan perjalanan dan melewati daerah bekas Perang Badar Kubro.
Ketika sedang melintas di daerah tersebut, tiba-tiba dari dalam tanah yang ada di hadapannya keluar sesosok manusia dan meminta sesuatu darinya.
"Wahai Abdullah, berilah saya air minum. Saya sangat haus," kata sosok manusia itu beberapa kali.

Ibnu Umar seketika bingung apakah orang tersebut memanggila namanya dengan nama Abdullah (Ibnu Umar atau Abdullah Ibnu Umar), ataukah memanggil nama orang lain.
Karena kebiasaan orang Arab, memanggil nama orang yang tidak dikenal dengan panggilan Abdullah juga.
Tak lama kemudian, di dekat orang yang pertama tadi, bangkit juga dari dalam tanah satu sosok dengan membawa sebuah cambuk.

"Wahai Ibnu Umar, jangan engkau beri orang ini air minum dan jangan dengar ucapannya," katanya.

Dicambuk Malaikat.
Lalu sesosok itu mencambuk orang yang pertama bangkit itu hingga orang tersebut kembali masuk ke dalam tanah.
Melihat kejadian itu, Ibnu Umar segera menjumpai Rasulullah SAW dan menceritakan apa yang dialaminya.

Mendengar cerita Ibnu Umar, Rasulullah SAW balik bertanya,
"Benarkah apa yang kamu ceritakan itu tadi wahai Abdullah Ibnu Umar?" tanya Rasulullah SAW.
"Benar ya Rasulallah," jawabnya dengan tegas.

Maka Rasulullah SAW berkata keada Ibnu Umar bahwa orang pertama yang keluar dari dalamtanah itu adalah Abu Jahal yang mati dalam Perang Badar Kubro.
Sedangkan sosok kedua yang keluar dari dalam tanah tersebut adalah seorang malaikat kubur.
Malaikat tersebut menyiksa Abu Jahal karena perbuatan yang dilakukan Abu Jahal semasa hidupnya.
Nauzubillah Min Zalik..
Dikalungi Api | Siksa Alam Kubur

Dikalungi Api | Siksa Alam Kubur

3:22:00 AM 0
Sebagai Selingan Akan Kisah Abu Nawas.
Ini ada sebuah kisah Siksa kubur yang diterima oleh orang kikir.

Diceritakan dari Ibnu Hajar bahwa ada serombongan orang dari kalangan Tabi'in yang pergi berziarah ke rumah Abu Sinan.
Baru sebentar tandang, Abu Sina mengajak ziarah ke tetangganya yang sedang berduka.

Berduka
Sesampainya di sana mereka mendapati saudara almarhum menangis karena sedih ditinggal mati.




"Apakah kamu tidak tahu bahwa kematian itu merupakan takdiq yang mesti dijalani oleh setiap orang?" tanya salah seorang tamu.

"Itu aku tahu. Akan tetapi aku sangat sedih karena memikirkan siksa yang telah menimpa saudaraku ini," jawab saudara almarhum.

"Apakah engkau mengetahui perkara yang ghaib?" tanya tamu lagi.
Saudara almarhum pun menceritakan pengalamannya saat berada di kuburan ketika semua orang telah pergi.

"Ketika aku menguburkan dan meratakan tanah saudaraku, di atasnya telah terjadi sesuatu yang menakutkan," ujar saudara almarhum.

Saudara almarhum melanjutkan ceritanya.
"Ketika itu orang-orang telah pulang, tapi aku masih duduk di atas kuburnya.
Tiba-tiba terdengar suara dari jeritan dan rintihan dalam kubur.
Mereka tinggalkan aku seorang diri menanggung siksa.
Padahal aku mengerjakan puasa dan shalat. Jeritan itu betul-betul membuatku menangis karena kasihan.
Aku coba menggali kuburnya karena ingin tahu apa yang sudah terjadi di dalamnya."

Saudara almarhum pun terkejut bukan kepalang.
Ternyata di dalam kubur almarhum itu telah penuh dengan api.
Leher si mayat ada rantai dari apa.

Karena kasihan kepada saudaranya, dirinya mencoba untuk melepaskan rantai itu dari lehernya.
Tapi dirinya tak kuasa menolong lantaran tangannya terbakar saat mengulurkannya.

Tak Pernah Zakat
Untuk meyakinkan para tamu, saudara almarhum lantas menunjukkan tangannya yang masih hitam dan mengelupas kulitnya karena jilatan api dari alam kubur.

Saudara almarhum meneruskan ceritanya.
"Aku terus menimbun kembali kubur itu dengan tanah dan segera pulang ke rumah.
Bagaimana aku tidak menangis apabila mengingat kejadian itu?" katanya.

"Apa yang sudah dilakukan oleh saudaramu ketika di dunia?" tanya para tamu.
"Dia tidak pernah sekalipun mengeluarkan zakat hartanya," jawabnya.

Dengan jawaban tersebut, teman-teman Abu Sinan pun membuat kesimpulan tentang kebenaran ayat suci Al-Qur'an.

"Janganlah mereka yang bakhil itu menyangka terhadap rezeki yang diberikan oleh Allah kepada mereka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka.
Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka.
Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat." 

 
Tobatnya Pencuri Kain Kafan

Tobatnya Pencuri Kain Kafan

4:08:00 AM 0
Azab kubur dan nikmat kubur adalah suatu kenyataan.
Seperti yang dikisahkan oleh seorang penggali kubur yang sukanya mencuri kain kafan setiap mayat yang baru dikubur.
Kabar kubur ini semoga menjadikan kita lebih meningkatkan keimanan kita kepada Allah  SWT.

Berikut ini pengakuannya:
Pada suatu hari, sebut saja namanya Yunus, ia pemuda yang berprofesi sebagai penggali kubur telah berjumpa dengan seorang ahli ibadah dan sufi untuk menyatakan keinginannya untuk bertaubat kepada Allah SWT.
Ia bertobat karena selain menggali kubur, ternyata Yunus ini juga sering mencuri kain kafan mayat yang baru dikubur.




Kain kafan yang masih baru itu dia jual dan dari hasil penjualannya ia gunakan sebagai tambahan hidup sehari-hari.
Kepada sang sufi, Yunus mengaku ingin menghentikan pekerjaan kotornya itu dan ia pun berterus terang terhadap apa yang dilakukannya selama ini.

"Sepanjang aku menggali kubur untuk mencuri kain kafan, aku telah melihat 7 hal ganjil yang menimpa mayat-mayat tersebut, dan lantaran itulah aku merasa sangat insyaf atas perbuatanku yang sangat keji itu dan ingin sekali bertobat," aku Yunus kepada sufi.

"Apa saja yang kau alami wahai Yunus," tanya sang sufi.
"Aku melihat mayat yang pada siang harinya menghadap kiblat, tetapi saat aku gali malam harinya, mayat itu telah membelakangi kiblat.Wahai guru, apa yang telah dilakukan si mayit saat hidup?" kata Yunus.

Perut Membuncit
"Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang telah mensyirikkan Allah SWT sewaktu hidupnya.
Allah SWT memalingkan wajah si mayit dari kiblat," jawab sang sufi.

"Lalu ada lagi, aku lihat wajah mayit yang seolah tampan saat dimasukkan ke dalam liang lahat.
Tapi tatkala malam hari ketika menggali lagi kuburnya, aku lihat wajah itu telah menjadi wajah babi," kata Yunus.

"Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang meremehkan dan meninggalkan sholat sewaktu hidupnya," jawab sang sufi.
Si pemuda menyambung lagi,
"Wahai tuan guru, aku juga melihat, pada waktu siang mayatnya kelihatan sepeti biasa saja, tapi pada waktu malam kulihat perutnya membuncit, bahkan keluar ulat dari dalam perutnya," kata Yunus.
"Mereka itulah golongan yang gemar memakan harta yang haram, wahai anak muda," balas sang sufi.

"Lalu aku lihat mayat yang lain jasadnya bertukar menjadi bulat, mengapa begitu, wahai tuan guru?" kata Yunus lagi.
"Wahai pemuda, itulah golongan manusia yang durhaka kepada orang tuanya," jawab sang sufi.

"Ku lihat ada pula mayat yang kukunya amat panjang, hingga membelit-belit seluruh tubuhnya hingga keluar isi perutnya." sambung pemuda itu.
"Anak muda, mereka itulah golongan yang gemar memutuskan silaturrahmi, semasa hidupnya mereka suka bertengkar dan memutus silaturrahmi," jelas ahli ibadah tersebut."

Balasan Kubur
"Wahai sang guru, golongan yang keenam yang aku lihat, sewaktu siangnya lahadnya kering, tetapi saat malam ketika aku menggali kubur itu, aku lihat mayat tersebut terapung dan lahadnya dipenuhi air hitam yang amat busuk baunya." ujar Yunus.
"Wahai pemuda, itulah golongan yang memakan harta riba sewaktu hidupnya," jawab sang sufi.

"Wahai guru, golongan yang terakhir yang aku lihat, mayatnya senantiasa tersenyum dan berseri-seri pula wajahnya.
Mengapa demikian halnya wahai guru?" tanya pemuda itu lagi.

"Wahai pemuda, mereka itulah golongan manusia yang berilmu.
Dan mereka beramal pula dengan ilmunya sewaktu hayat nereka.
Inilah golongan yang mendapat ridha dan kemuliaan di sisi Allah SWT.
Ingatlah, kita akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap amal yang kita lakukan, neski hanya seberat zarah sekali pun," jelas sang sufi itu.

Setelah mengungkapkan pengalamannya, Yunus benar-benar tobat dengan memperbanyak menggali ilmu dari guru sufi tersebut.
Yunus sadar bahwa setiap apa yang dilakukan menusia ketika hidupnya, kelak akan mendapat balasan di alam kubur.
Kisah Ahli Kubur Dipukul Palu

Kisah Ahli Kubur Dipukul Palu

3:10:00 AM 0
Karena tidak mampu mencatat amal buruknya di hadapan malaikat kubur, seorang ahli kubur dipukul palu besar oleh malaikat.
Orang tersebut menyesal karena di dunia dihabiskan untuk bermaksiat.


Diriwayatkan dari Abdillah bin Salam bahwa sebelum malaikat Munkar dan Nakir masuk ke dalam kubur dan menemui ahli kubur, ada malaikat yang mendatanginya dengan wajah yang bercahaya bagaikan matahari, malaikat tersebut bernama Ruman.
Dia masuk dan menemui jenazah dan mendudukkannya.

"Tulislah amalmu dari yang terbaik sampai yang terjelek," kata malaikat RUman.
"Wahai malaikat, dengan apa aku menulis, mana pena, tinta dan tempatnya?" tanya si mayit.
"Tintanya adalah lidahmu dan penanya adalah jarimu," jawab malaikat.
"Lalu dimana aku harus menulis sedangkan aku tidak mempunyai selembar kertas pun," tanya si mayit itu lagi.

Pencatatan Amal
Lalu malaikat Ruman itu memotong kain kafan si mayit itu dan memberikannya kepada si mayit.
"Inilah lembarannya, dan tulislah sekarang," jawab Malaikat Ruman.

Maka si mayit pun menulis apa yang pernah diperbuatnya ketika hidup di dunia.
Berbagai ibadah yang baik-baik ditulis dengan detail oleh si mayit itu.
Namun ketika giliran mencatat perbuatan yang jelek, si mayit itu berhenti.

"Hai mayit, mengapa engkau berhenti menulis kelakuan jelekmu," kata malaikat Ruman.
"Aku malu terhadap sifat jelekku," jawab si mayit.
"Hai orang yang lalai (durhaka), kenapa engkau tidak malu pada penciptamu ketika engkau melakukannya di dunia dan sekarang engkau merasa malu kepadaku?" bentak Malaikat Ruman.

Si mayit tak mampu menjawab pertanyaan itu sehingga malaikat Ruman memukul tubuhnya dengan Gada (sejenis palu besar).
Si mayit pun mengerang kesakitan di dalam kubur.
Berulang kali gada itu mendarat di tubuh si mayit, namun si mayit masih tak sanggup menulis perbuatan jeleknya di dunia.

"Angkatlah gada itu dariku wahai malaikat, sehingga aku bisa menulisnya," kata si mayit meringis kesakitan.
Lalu dengan sambil menahan sakit, si mayit menulis perbuatan maksiatnya selama di dunia.
Ketika laporannya itu selesai, Malaikat Ruman menyuruhnya duduk untuk melipat kafan itu dan membubuhkan cap.

"Wahai malaikat, dengan apa aku memberi cap, sedangkan aku tidak mempunyai cap," kata si mayit kian menderita.
"Berilah cap dengan kukumu," jawab Malaikat Ruman.

Malu Kepada Allah SWT
Maka si mayit pun memberi cap dengan kukunya.
Malaikat Ruman menerima laporan itu lalu mengalungkannya ke leher si mayit sampai hari kiamat tiba.

Sebagaimana firman ALLAH SWT,
"Dan pada setiap manusia telah Kami tetapkan anak perbuatannya (sebagaiman tetapnya kalung) pada lehernya.Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang akan dijumpainya dalam keadaan terbuka."
(QS.Al-Israa:13).

Setelah itu masuklah malaikat Munkar dan Nakir.
Apabila si mayit tersebut ahli maksiat, dia akan melihat bukunya pada hari kiamat dan diperintahkan untuk membacanya.
Dia membaca kebaikannya dan ketika sampai pada kejelekannya dia diam.
Orang tersebut malu membaca perbuatan maksiatnya di hadapan Allah SWT.

"Saya malu kepada Engkau Ya Allah," kata orang ahli maksiat itu.
Lalu Allah SWT menyindir orang tersebut kenapa orang itu tidak malu kepada-Nya ketika di dunia.
Maka menyesallah hamba itu tapi penyesalan tiada berguna.
Na'uzubillah Min Zaliik.

Jenazah Diantar Malaikat Jibril

7:56:00 PM 0
Ketika Sa'ad bin Mu'ad meninggal dunia, jenazahnya diantar oleh beberapa malaikat, diantaranya malaikat Jibril.
Setelah dimakamkan, Rasulullah SAW justru menyebut jika Sa'ad mendapatkan azab kubur.





Berikut Kisahnya:
Pada suatu hari salah seorang sahabat Rasulullah SAW yakni Sa'ad bin Mu'ad meninggal dunia.
Nabi Muhammand SAW yang datang bertakziah menyuruh para sahabatnya memandikan jenazah Sa'ad.
Sedangkan Beliau sendiri hanya berdiri di dekat pintu.

Ketika Jenazah itu di kafani, kemudian dibawa dan diletakkan di tempat pembaringan, Rasulullah SAW ikut mengantarkan tanpa memakai sorban dan selendang.
Awalnya Beliau mengambil posisi di sebelah kanan jenazah, lalu Beliau pindah ke sebelah kiri sampai jenazah itu diantarkan ke kuburan.

Setelah sampai di kuburan, Rasulullah SAW turun ke liang lahatnya dan meletakkan batu bata dengan rata di atasnya.
"Duhai bebatuan, engkau temani aku.Duhai tanah yang basah, engkau temani aku, dan kau tutupi dia diantara bebatuan," Ujar Rasulullah SAW.

TANPA SURBAN
Setelah jenazah Sa'ad ditimbun dengan tanah hingga rata, Rasulullah SAW bersabda,
"Aku tidak tahu, apakah Sa'ad disiksa di kubur itu, tetapi Allah mencintai hamba yang beramal sesuai dengan yang ditetapkan oleh-Nya."

Nampaknya pernyataan Nabi Muhammad SAW itu di dengar oleh seorang perempuan tua.
Dan wanita itu adalah ibu Sa'ad.
Tanpa banyak bicara, ibu Sa'ad langsung bersimpuh di pusara anaknya.
Ia terlihat sedih akan kematian anaknya itu.
"Wahai Sa'ad, istirahatlah kamu di surga," ujarnya.

"Wahai ibu Sa'ad, janganlah kamu memaksa Tuhanmu, karena Sa'ad sekarang ini sedang ditimpa azab kubur," ujar Rasulullah SAW kepada ibu Sa'ad.
"Mengapa Wahai Rasulullah?" tanya ibu Sa'ad.
"Sesungguhnya Allah SWT kuasa atas semuanya," jawab Nabi SAW singkat.

Kemudian Rasulullah SAW dan semua sahabat pulang dari kuburan.
Para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW,
"Ya Rasulullah, kami melihat engkau bersikap terhadap Sa'ad tidak seperti kepada yang lain, engkau mengantarkan jenazahnya Sa'ad tanpa sorban dan selendang."

"Ketahuilah, bahwa aku melakukan itu karena malaikat datang tanpa sorban dan selendang, maka aku mengikutinta," kata Rasulullah SAW.
"Engkau mengambil posisi di sebelah kanan tempat pembaringan, kemudian pindah ke sebelah kiri.
Mengapa ya Rasulullah?" tanya sahabat yang lain.

SIKSA KUBUR
"Tanganku mengikuti Jibril mengambil apa yang dia ambil," jawab Rasulullah SAW.
Setelah itu salah seorang sahabt yang satunya mengajukan pertanyaan lain.
"Engkau perintahkan kami memandikannya, dan engkau menyalatinya serta mengantarkan ke kuburnya, mengapa demikian?" tanyanya.

Mendapat pertanyaan itu, Rasulullah SAW bersabda,
"Sa'ad telah ditimpa azab kubur."
Nabi Muhammad SAW menegaskan,
"Sa'ad mendapat siksa kubur karena ketika hidup, Sa'ad berakhlak buruk (kasar) terhadap keluarganya."

Sejak pernyataan Rasulullah SAW tersebut, para sahabta lebih berhati-hati dalam bersikap terhadap orang lain, terutama terhadap keluarganya masing-masing.
Mereka tidak ingin mendapat siksa kubur seperti yang diterima Sa'ad.