Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Gadis Ini Pernah Zina, Ingin berTaubat, Tapi Kadang Masih Tergoda Melakukannya lagi

1:12:00 AM 0

Assalamu’alaikum Ustadz.


Saya seorang perempuan dari salah satu kota di Jawa Timur. Saya Muslimah dan pernah melakukan zina. Saya dulu waktu remaja pacaran. Dan hampir beberapa dari mantan saya, saya melakukan zina dengannya. Terakhir adalah tahun 2015 saya berhenti melakukan perbuatan tersebut. Saya sedih Ustadz, sebab saya berkeinginan sekali untuk bertaubat. Mengingat perbuatan saya yang dulu, saya sungguh menyesal.


Saya Seorang Gadis Yang Pernah Zina, Ingin Taubat, Tapi Kadang Masih Tergoda Ingin Melakukannya

Tapi saya terkadang masih tergoda untuk melakukan perbuatan zina pada diri saya sendiri. Sekarang saya benar benar ingin menguatkan iman saya. Apakah yang harus saya lakukan Ustadz? Apakah saya harus menghindari semua teman laki laki saya? Dan terkadang saya juga menyalahkan penggunaan sosial media. Saya sungguh menyesal ustadz, saya merasakan akibat dari perbuatan yang telah saya lakukan. Ustadz, Mohon pencerahannya. Terima Kasih. (AT)


Jawaban :


Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh


Saudariku yang dirahmati Allah, kami senang ada keinginankuat dari Saudari untuk bertaubat. Karena zina merupakan dosa besar yang balasannya memang akan Allah tampakkan sejak di dunia.

“Dua kejahatan akan dibalas oleh Allah ketika di dunia ; zina dan durhaka kepada orang tua” (HR. Thabrani)


Yang hendaknya Anda lakukan setelah menyesali perbuatan maksiat adalah berkomitmen dengan tegas untuk tidak pernah mengulanginya lagi serta isi hari-hari Anda selanjutnya dengan amalan-amalan shalih yakni dengan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah, seperti shalat, memperbanyak puasa sunnah, bersedekah, membaca dan merenungkan makna al-Qur’an dan sebagainya.


Kami kurang mengerti maksud zina terhadap diri sendiri yang Anda ceritakan itu. Apakah maksudnya mastrubasi? Kalau memang iya, segera tinggalkan hal tersebut. Meski berbeda dengan zina dengan laki-laki, namun tetap saja aktivitas tersebut memunculkan gejolak syahwat yang diharamkan. Karena itu, alihkan perhatian Anda dengan aktivitas yang bermanfaat karena Anda sudah dewasa.


Bila Anda sudah bekerja, fokuslah pada pekerjaan Anda yang bermanfaat serta sisihkan sebagian hasil kerja Anda pada kaum yang membutuhkan. Lihatlah orang-orang sekeliling kita yang begitu sulit perjuangannya untuk bertahan hidup. Dengan begitu, harapannya kita menjadi hamba yang bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan, serta malu untuk berbuat maksiat kepada-Nya.


Selain itu, dekati lingkungan orang-orang yang shalih, serta sebaiknya buatlah jarak dengan orang-orang yang menurut Anda memberikan dampak yang buruk bagi Anda. Boleh saja Anda off dulu dari sosial media bila dirasa memang lebih banyak memberikan madharat.


Sedangkan untuk berteman dengan laki-laki, memang perlu ada jarak. Bila bukan karena urusan pekerjaan, studi atau hal yang mubah lainnya, hendaknya hindari komunikasi terlalu jauh dengan laki-laki yang bukan mahram kita. Hindari pula komunikasi yang mengarah pada munculnya syahwat, karena hal itu memang godaan dari Syaitan.


Selain hal-hal di atas, yang perlu terus kita lakukan adalah berdo’a, memohon kepada Allah agar melimpahkan taufik serta petunjuk kepada kita menuju jalan yang lurus. Memohon agar Allah memantapkan hati kita pada ketaatan.


Baca Juga: Subhanallah, Unggah Foto lagi Memeluk Ibu Kandung Malah Buli nitizen


Kita juga memohon agar aib serta cacat kita di masa lalu ditutupi oleh Allah, serta kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat secara sebenarnya serta golongan orang-orang yang mensucikan diri, sebagaimana doa yang kita lakukan setelah berwudhu.


اللهم اجعلني من التوابين واجعلني من المتطهرين واجعلني من عبادك الصالحين


Allahummaj’alnii minattawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina waj’alnii min ‘ibaadikasshoolihiin.


Demikian saran kami, semoga bermanfaat.


Subhanallah, Unggah Foto lagi Memeluk Ibu Kandung Malah Buli nitizen

1:06:00 AM 0

 




Salah satu netizen yang mengecam Sufyan mengatakan foto tersebut bisa menimbulkan fitnah.


” Abu Sufyan ini sering berkisah hadits tapi pasang gambar yang mengundang m4ksiat. Apa perlunya foto sambil berpelukan. Yang kenal pasti tahu itu ibunya, tapi yang tidak kenal? Kalau itu ibu kamu, kamu telah mengundang fitnah pada orang lain yang memandang kamu berp3lukan dengan orang,” tulis Dyll Dpkfz.


Mendapat serangan tersebut, Sufyan pun kesal karena foto bersama dengan ibunya dijadikan persoalan.
” Antara percaya dan tidak, pemikiran seperti ini ternyata masih ada saja. Allahu Akbar. Tak tahu harus tertawa atau merenung. Bergambar bersama dengan ibu sendiri pun jadi isu dan dikaitkan dengan hadits. Kalau Umi masih ada beliau pasti tertawa melihat komentar ini. Terima kasih Umi karena didikan Umi, Ciyan dapat bedakan mana yang hak dan mana yang batil,” tulis Sufyan.
Ibu pria ini sebenarnya telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu. Gambar ini diunggah sebagai kenangan yang sempat ditangkap selama hayat ibunya.

Namun yang menjadi pertanyaan, memang salah foto sambil memeluk ibu sendiri? Masalahnya, hal itu dianggap sebagai sikap yang wajar untuk menunjukkan hubungan keluarga yang mesra.


Lakukan Ini Agar Senantiasa Dijaga Oleh Allah | Islam 1912

1:29:00 AM 0

Orang yang paling selamat adalah yang senantiasa dijaga oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Karena apapun bahaya yang menghadang sama sekali tidak berpengaruh padanya.


Lakukan Ini Agar Senantiasa Dijaga Oleh Allah

Dia-lah yang Maha Kuasa memberikan manfaat maupun menarik suatu bahaya dari hamba-Nya. Bagaimana agar kita senantiasa mendapat penjagaan Allah? Mari kita simak salah satu kutipan hadits Arba’in an-Nawawiyah berikut,


عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً، فَقَالَ: يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: اْحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ  يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ  [رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح وفي رواية غير الترمذي: احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي   الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

Dari Abu Al ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata: Pada suatu hari saya pernah berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjaga kamu. Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati Dia di hadapanmu. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta tolong, mintalah tolong juga kepada Allah. Ketahuilah, sekiranya semua umat berkumpul untuk memberikan kepadamu sesuatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang sudah Allah tetapkan untuk dirimu. Sekiranya mereka pun berkumpul untuk melakukan sesuatu yang membahayakan kamu, niscaya tidak akan membahayakan kamu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering”(HR. Tirmidzi, ia telah berkata: Hadits ini hasan, pada lafazh lain hasan shahih)



Dalam riwayat selain Tirmidzi: “Hendaklah kamu selalu mengingat Allah, pasti kamu mendapati-Nya di hadapanmu. Hendaklah kamu mengingat Allah di waktu lapang (senang), niscaya Allah akan mengingat kamu di waktu sempit (susah). Ketahuilah bahwa apa yang semestinya tidak menimpa kamu, tidak akan menimpamu, dan apa yang semestinya menimpamu tidak akan terhindar darimu. Ketahuilah sesungguhnya kemenangan menyertai kesabaran dan sesungguhnya kesenangan menyertai kesusahan dan kesulitan“.


Hadits urutan ke-19 dalam kitab yang dihimpun oleh Imam An-Nawawi tersebut sarat akan makna. Agar kita senantiasa dijaga oleh Allah, maka kita harus menjaga Allah. Maknanya bagaimana? Bukankah Allah Yang Maha Segalanya? Ini hampir sama dengan pernyataan “menolong Allah” atau “membela Allah” lalu muncul sanggahan dari beberapa orang yang mengatakan bahwa Allah tidak perlu ditolong atau dibela, demikian pula Islam, tidak perlu dibela, karena Islam agama yang luhur.


Tentu saja logika semacam ini amatlah dangkal karena perintah “membela Allah” juga “menolong Allah” secara tekstual memang ada dalam al-Qur’an dan Hadits. Ungkapan semacam ini merupakan ungkapan majaz sehingga perlu ditafsirkan. Maksud dari menjaga Allah ialah menjaga hak-hak Allah berupa menjalankan perintah-perintah serta menjauhi larangan-larangan-Nya yang terangkum dalam syari’at Islam.


Dalam konteks personal, perintah Allah untuk mendirikan sholat, zakat, puasa, haji yang semuanya berlandaskan keimanan kepada Allah serta tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun merupakan kewajiban yang harus kita tegakkan. Dalam konteks pergaulan dengan sesama manusia, Islam juga memerintahkan untuk berakhlak mulia, mulai tata cara berpakaian, berbicara, jual beli sampai masalah kepemimpinan. Islam memberikan rambu-rambu yang tidak boleh kita langgar.


Demikianlah, upaya kita untuk menjalankan ajaran Islam secara ikhlas akan berbanding lurus dengan penjagaan dari Allah kepada kita. Hanya saja, dalam hadits tersebut, kita juga diberi peringatan oleh Rasulullah bahwa keimanan kita kepada Qadha’ atau keputusan Allah harus kita tanamkan dengan kuat. Jika Allah berkehendak, siapa saja dapat tertimpa musibah, apapun bentuknya. Musibah yang menimpa seorang mukmin merupakan ujian dari Allah. Dalam menghadapi ujian, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman agar senantiasa bersabar, karena sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Ibarat pohon, semakin tinggi semakin kencang angin yang menerpa. Semakin tinggi kualitas iman seseorang, semakin berat ujian yang dihadapi.


Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :


وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ


“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah : 155)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”  (QS. Ali Imran : 200)


Cukuplah firman-firman Allah tersebut menjadi penguat bagi kita untuk senantiasa bersabar dalam ketaatan untuk menjaga aturan-aturan Allah.


Segini, Inilah Ukuran Kenikmatan Dunia | Islam 1912

3:40:00 PM 0

Segini. Inilah ukuran kenikmatan dunia.


Sebesar apapun syahwat perut kita, rasa nikmat makan sejatinya hanya seluas lidah dan seruang rongga mulut, hanya sedikit melampaui panjang jejari. Lebih dari itu, segala rasa sama sahaja. Lebih dari itu segala bentuk dan warna tak ada bedanya.


Segini, Inilah Ukuran Kenikmatan Dunia

Segini. Inilah ukuran kenikmatan dunia.


Bagaimana dengan syahwat di bawah perut? Yang ini seyogianya tak perlu dijelaskan. Tapi jawabnya juga segini. Yang ini memang tak perlu dijelaskan. Dan memang ada takaran yang tak perlu dilampaui.


Tetapi Ya Allah, mengapa amat berat bagi kami menaklukkan keliaran yang ‘segini’ ini? Tetapi Ya Allah, mengapa begitu mudah kami terjatuh dalam goda badaniah yang hanya ‘segini’ ini?


Benarlah Kanjeng Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang bersabda,


إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ وَ فُرُوجِكُمْ وَمُضِلَّاتِ الْفِتَنِ


“Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kalian, ialah syahwat menyimpang yang diperturutkan pada perut dan kemaluan, serta fitnah-fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ahmad)


مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا كَمِثْلِ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَا يَرْجِعُ وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ


“Perumpamaan antara dunia dengan akhirat ibarat seorang di antara kalian mencelupkan jarinya ke dalam lautan, maka hendaklah ia melihat apa yang menempel padanya. Lalu beliau memberi isyarat dgn jari telunjuknya.” (HR. Ahmad)


Maka awal-awal, amat penting bagi kita menghayati keinsyafan seperti Nabiyyullah Yusuf ‘Alaihissalaam bahwa kita takkan selamat dari tarikan syahwat ini kecuali dengan rahmat dan pertolongan Allah ‘Azza wa Jalla.


وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي


“Dan aku tiada berlepas diri dari hawa nafsuku. Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali apa-apa yang diberi rahmat oleh Rabbku.” (QS. Yusuf: 53)


Maka Ya Allah, inilah kami yang takkan selamat dari diri kami, selain dengan rahmat dan pertolonganMu. Atas itu, inilah di antara doa indah yang diajarkan Sang Nabi ﷺ kepada kita:


اللهم رحمتك أرجو، فلا تكلني إلى نفسي طرفة عين، وأصلح لي شأني كله، لا إله إلا أنت


“Ya Allah, rahmatMu yang kuharap. Maka janganlah Kau serahkan aku pada nafsuku sendiri walau sekejap. Perbaikilah urusanku kesemuanya, sungguh tiada sesembahan yang berhak diibadahi selain Engkau.”


Oleh: Salim A Fillah


Muslimah Harus bacah, Jangan Menikah Dengan Lelaki Macam Ini ?

10:24:00 AM 0

Masa depan dan nasib seorang wanita tergantung dari siapa dan seperti apa kelak lelaki yang menjadi suaminya. Jadi, sebagai seorang wanita kamu harus benar-benar hati-hati dalam memilih calon suami jika kamu mengharapkan masa depan  dan nasib yang lebih baik.


Jika Ingin Hidup Bahagia, Jangan Menikah Dengan Lelaki Macam Ini

Agar kehidupan rumah tangga kamu kelak selalu dinaungi kebahagiaan maka jangan sampai kamu menikah dengan lelaki macam ini:


1. Memiliki Riwayat Sering Selingkuh


Camkan dalam hatimu bahwa Lelaki yang memiliki kecenderungan sering mengatasi masalah asmaranya dengan cara selingkuh merupakan pertanda bahwa dia bukan seorang lelaki yang baik untuk kamu.


Oleh karena itu, jangan sampai kamu salah memilih calon suami seorang pria dengan kebiasaan buruk tersebut. Telusuri terlebih dahulu riwayat hidupnya dari teman-temannya atau keluarganya.


2. Ringan Tangan atau Tidak Segan Menggunakan Fisiknya


Lelaki yang Ringan Tangan atau Tidak Segan Menggunakan Fisiknya ketika menghadapi sebuah masalah tidak baik untuk kehidupan rumah tanggamu kelak.


Ketahuilah bahwa tidak ada satu wanita pun yang bakal hidup bahagia menjalani rumah tangga dengan lelaki yang ringan tangan atau tidak segan menggunakan kekuatan fisiknya untuk mengatasi suatu masalah.


3. Bakhil dan Sangat Perhitungan


Hidup hemat itu bagus namun sangat perhitungan dan pelit pad akeluarga itu hal lain. Wanita pelit mungkin masih bisa ditoleransi namun jika lelaki pelit benar-benar tidak bisa dimaafkan.


Filosofi di dalam rumah tangga menyebutkan bahwa uang suami adalah uang istri sementara uang istri tetaplah milik istri itu sendiri. Jadi, ketika ada seorang lelaki yang masih saja mempertahankan sifat pelitnya maka sampai kapanpun lelaki tersebut tak layak untuk dijadikan suami.


4. Tak Punya Rencana di Hidupnya


Lelaki yang tidak mempunyai harapan dan rencana di hidupnya cenderung tidak akan memiliki masa depan yang baik. Karena dengan harapan serta doa-doa yang dipanjatkan bisa mendorong seseorang untuk berusaha atau berjuang keras.


Semangat juang tersebut akhirnya dapat membentuk karakter lelaki menjadi sosok orang yang pantang menyerah dan memiliki sikap tanggung jawab tinggi.


5. Tidak Memiliki Iman


Tanpa berpegang teguh kepada aturan-aturan agama maka seseorang bisa berbuat apa saja sesuka hatinya karena ia tidak pernah merasa takut terhadap dosa. Iman memiliki peran yang penting dalam mengatur kehidupan seseorang menjadi lebih baik.


Tanpa iman, bisa dibayangkan bagaimana manusia akan berperilaku? Itulah alasan mengapa keyakinan yang teguh dan juga sebuah iman yang kuat menjadi salah satu syarat mutlak dalam menilai layak atau tidaknya seorang lelaki untuk dijadikan suami.


6. Terlalu Gila Hobi Hingga Lupa Segalanya


Lelaki dan hobi yang dimilikinya memang seolah menjadi sesuatu yang tidak dapat dipisahkan sehingga banyak dari mereka yang tidak bisa melihat garis batas antara hobi dan tanggung jawabnya.


Hidup ini bukalahn sekedar melakoni hobi sepuas hati namun lebih cenderung ada tanggung jawab besar yang harus dikerjakan terutama karena lelaki adalah seseorang yang akan menjadi kepala di rumah tangganya kelak.


Lelaki yang tergila-gila dengan hobinya menandakan bahwa ia seorang yang egois dan cenderung lebih mementingkan kepuasan diri daripada kebahagiaan rumah tangganya.


7. Punya Hobi Menggoda Lawan Jenis


Lelaki dengan hobi seperti ini tentu hanya akan melukai hati pasangannya. Mereka seharusnya dapat memilah mana perbuatan yang perlu dan tidak perlu dilakukan. Jika bersikap benar saja tidak bisa, bagaimana ia mampu mengurus kehidupan rumah tangganya?


8. Lelaki yang Terobsesi Ingin Berpoligami


Memang ada beberapa wanita yang bisa benar-benar merasa ikhlas ketika dirinya dimadu oleh sang suami. Jika kamu salah satunya, maka abaikan poin terakhir ini.


Namun, jika kamu termasuk orang yang tidak mau mendapatkan perlakukan seperti itu maka jauhi memilih lelaki yang terobsesi ingin berpoligami. Bahkan sebelum menikahimu, Lelaki semacam ini cenderung sudah berencana untuk memiliki istri lebih dari satu.


Itulah macam-macam lelaki yang tidak disarankan untuk dipilih menjadi suami. Pilihlah lelaki yang tepat sebagai suamimu agar sisa hidup kamu tidak berakhir dengan penyesalan yang mendalam.


Inspirasi, Dari 1 Pertanyaan Bocah ini Kepada 3 Orang Tukang Bangunan

3:19:00 AM 0


kisah inspirasi

Tukang Bangunan Ilustrasi


Di suatu tempat di desa kecil, seorang anak yang berjalan dan melewati lokasi sebuah sekolah yang baru dibangun. Tampak ada 3 orang tukang bangunan sedang sibuk bekerja disana, sang anak pun menghampiri.


“Pak, sedang mengerjakan apa?” tanya anak itu kepada tukang pertama.


“Kamu bisa lihat sendiri, saya ini seorang tukang, saya sedang mengerjakan pekerjaan saya sebagai tukang bangunan” jawabnya.


Lalu anak itu menanyakan pertanyaan yang sama kepada tukang kedua “Pak, sedang mengerjakan apa?”


“Saya sedang membantu sekolahan ini membuat gedung sekolah.” jawab tukang kedua.


Baca: Kisah Petani Ini Sungguh Menyentuh Hati, Tubuhnya Tak Sempurna Tanpa Sepasang Kaki


Lalu anak itu juga menanyakan pertanyaan yang sama kepada tukang ketiga “Pak, sedang mengerjakan apa?”


Tukang ketiga menjawab, “Saya sedang membangun mimpi anak-anak di desa ini supaya mereka berani bermimpi lebih tinggi dan meraih cita-citanya, sehingga mereka membawa manfaat di masyarakat.”


Kawan, itulah visi.. kita mungkin melakukan hal yang sama persis dengan rekan kerja kita, kita mungkin melakukan bisnis yang sama dengan rekan maupun pesaing-pesaing kita. Tapi milikilah visi yang jauh didepan sana dan mampu menggetarkan jiwa bagi siapa saja yang mendengarnya.


Tanyakan kepada diri kita sendiri, apakah pekerjaan yang kita lakukan saat ini hanya untuk mengisi perut bulan depan?


Terlebih ibadah kita, apakah hanya untuk menggugurkan kewajiban? ataukah kita memiliki visi yang jauh untuk di akhirat nanti?


sumber:kisahinspirasi.com, baca: Kisah Inspirasi Yang Menyetuh dan patut di teladani


 


Kisah Petani Ini Sungguh Menyentuh Hati, Tubuhnya Tak Sempurna Tanpa Sepasang Kaki

2:44:00 AM 0


Petani Tanpa Kaki

Tak semua orang punya sepasang kaki sempurna. Ada yang terlahir cacat tanpa kaki. Ada pula yang harus merelakan kakinya akibat kecelakaan. Salah satunya ialah Xi Tiangen a.k.a Henan (60 tahun).


Dikutip dari laman shanghaiist.com, nama kakek Xi sejak hari Selasa (25/04) menjadi perhatian pengguna sosial media Weibo di China. Apa yang membuatnya menarik perhatian? Jadi begini Ladies, kakek Xi adalah seorang penyandang difabel yang tak memiliki sepasang kaki.


Meski tak memiliki sepasang kaki, kakek Xi tak pernah patah semangat untuk bekerja dan mencari nafkah untuk menghidupi keluarga besarnya. Setiap hari, kakek Xi bekerja sebagai petani dan melakukan berbagai aktivitas seperti orang lain pada umumnya. Tentunya dengan segala keterbatasan yang ia punya.


Semangat dan kerja kerasnya inilah yang akhirnya membuat netizen tersentuh dan salut padanya. Kakek Xi sendiri kehilangan sepasang kakinya sejak 40 tahun yang lalu. Saat itu usianya masih 20 tahun. Ia mengalami sebuah kecelakaan yang membuat kedua kakinya diamputasi.


Kehilangan sepasang kaki di usia yang sangat muda awalnya membuat kakek Xi merasa putus asa. Beruntung, perlahan ia mulai menerimanya dengan lapang dada. Ia berusaha tetap menjadi pria mandiri walau fisiknya tak lagi sempurna. Selama hidupnya, kakek 60 tahun tersebut tak ingin merepotkan orang lain dan bergantung pada siapa pun.


Daripada harus merepotkan orang lain, kakek Xi memilih hidup sendiri walau hidupnya sangat sederhana dan biasa-biasa saja. Ia akan bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Dan ia akan mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri agar tempat tinggalnya selalu bersih juga rapi.


sumber:vemale.com