Showing posts with label Info Islam. Show all posts
Showing posts with label Info Islam. Show all posts

Akhirnya, pelapor Kaesang ditahan di Polda Metro

3:53:00 PM 0



Pelapor putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, Muhammad Hidayat Simanjuntak alias MHS resmi ditahan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Dia ditahan usai diperiksa selama 1 x 24 di Mapolda Metro Jaya.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penahanan Hidayat kali ini merupakan lanjutan dari penahanan sebelumnya yang sempat ditangguhkan. Di mana dirinya pernah menuding Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan sebagai provokator dalam aksi 411.


“Setelah pemeriksaan 1 x 24 jam, pukul 10.00 WIB, penyidik mengeluarkan surat perintah penahanan lanjutan yang akan berakhir 19 Juli. Ditahan 6 hari dari tanggal 14 hingga 19 Juli,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (15/7).


Argo mengatakan, penyidik saat ini juga telah menyiapkan surat permohonan perpanjangan penahanan untuk Hidayat ke Kejaksaan. Hal itu dilakukan jika penyidik membutuhkan keterangan tersangka kembali.


“Nanti kalau penyidik merasa pemeriksaan belum cukup ya akan diperpanjang lagi penahanannya ke kejaksaan,” katanya.


Sementara itu, Argo menegaskan kalau penahanan itu tidak ada kaitannya dengan laporannya terhadap Kaesang. “Tidak ada kaitannya ya. Ini kan laporannya udah duluan, waktu unjuk rasa November 2016,” tandas Argo.


Seperti diberikan, Muhammad Hidayat Simanjuntak ditangkap polisi karena diduga mengunggah video berbau provokasi berupa unjuk rasa di depan Istana pada Jumat, 4 November 2016. Pada video tersebut, dia menyebutkan kalau Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan provokator terhadap peserta aksi untuk menangkap massa.


Dalam kasus tersebut, Hidayat dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 1 atau Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 Undang-undang ITE Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara. [gil/mer]



Pria Gadungan Nyamar Jadi FPI, Niat Adu Domba Dengan TNI, Yang Terjadi Malah Seperti Ini

5:18:00 PM 0


Pria Gadungan Nyamar Jadi FPI, Niat Adu Domba Dengan TNI, Yang Terjadi Malah Seperti Ini


Pada hari Selasa, 11 Juli 2017 seseorang laki-laki yang di curigai dengan membawa 1 buah tas ransel di depan Rumah kediaman Panglima TNI jalan Diponegoro no 10 Menteng berhasil ditangkap.


Berdasarkan informasi yang ditemukan, berikut KRONOLOGIS KEJADIAN :


Pada pukul 12.15 wib, Fungsi Intelkam dan anggota Polsubsektor Taman Suropati Menteng telah mendapatkan laporan dari operator Menteng bahwa ada seseorang laki-laki yang di curigai dengan membawa 1 buah tas ransel di depan rumah kediaman Panglima TNI Jl. Diponegoro No.10 Menteng.


Sebelumnya laki-laki tersebut sempat marah-marah di pos polisi Taman Suropati Menteng dengan mengucapkan akan membakar pos tersebut, selanjutnya piket fungsi intelijen dan anggota pos Polsubsektor Taman Suropati men-sweeping lokasi dan ditemukan orang tersebut berada di pintu masuk rumah dinas panglima TNI.


Adapun identitas laki-laki tersebut adalah :


Nama : Mirwan Siregar

TTL : Jakarta, 05 Juli 1979

Pekerjaan : karyawan

Alamat : Tanah Sereal XVIII RT.10/07 Tanah Sereal Jakarta Barat.

Pelaku diamankan di Polsek Menteng.


Dengan mengenakan pakaian kaos warna hitam bertuliskan Front Pembela Islam, pria tersebut berhasil diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.



INIlah Puisi Panglima TNI yang Bikin Panas Telinga Presiden Jokowi Dan Kroninya

3:58:00 PM 0

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak terima Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengkritik pemerintahan Jokowi saat ini.


“Kalau Panglima bermaksud dengan puisi ini untuk kritik pemerintahan Jokowi, salah alamat deh. Jangan-jangan ibarat menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri,” kata Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira, Selasa (23/5) dikutip dari Tribunnews.


Kata Andreas, harusnya Panglima TNI berbicara tentang ajaran Bung Karno seperti Trisakti dalam membangun bangsa Indonesia.


“Kalau Panglima TNI paham itu, seharusnya, jauh lebih berisi dan bermakna jika panglima berbicara tentang Trisakti, tentang Neokolonialisme-neoimperialisme ajaran Bung Karno. Jauh lebih untuk seorang ksatrya TNI, apalagi panglima,” jelasnya.


Salah alamat kalau puisi itu maksudnya sebagai perlawanan atau kritik Panglima TNI terhadap Pemerintah.


“Wong…situasi ini lahir karena proses sejak orde baru. Justru pemerintah sekarang sedang mengembalikan ke rel Trisakti,” katanya.


Berikut puisi lengkap karya Denny JA, ‘Tapi Bukan Kami Punya” yang dibacakan Gatot:


Sungguh Jaka tak mengerti
Mengapa ia dipanggil polisi
Ia datang sejak pagi
Katanya akan diinterogasi


Dilihatnya Garuda Pancasila
Tertempel di dinding dengan gagah
Terpana dan terdiam si Jaka
Dari mata burung garuda
Ia melihat dirinya
Dari dada burung garuda
Ia melihat desa
Dari kaki burung garuda
Ia melihat kota
Dari kepala burung garuda
Ia melihat Indonesia


Lihatlah hidup di desa
Sangat subur tanahnya
Sangat luas sawahnya
TAPI BUKAN KAMI PUNYA


Lihat padi menguning
Menghiasi bumi sekeliling
Desa yang kaya raya
TAPI BUKAN KAMI PUNYA


Lihatlah hidup di kota
Pasar swalayan tertata
Ramai pasarnya
TAPI BUKAN KAMI PUNYA


Lihatlah aneka barang
Dijual belikan orang
Oh makmurnya
TAPI BUKAN KAMI PUNYA


Jaka terus terpana
Entah mengapa
Menetes air mata
Air mata itu IA YANG PUNYA


-000-



Masuklah petinggi polisi
Siapkan lakukan interogasi
Kok Jaka menangis?
Padahal ia tidak bengis?


Jaka pemimpin demonstran
Aksinya picu kerusuhan
Harus didalami lagi dan lagi
Apakah ia bagian konspirasi?
Apakah ini awal dari makar?
Jangan sampai aksi membesar?


Mengapa pula isu agama
Dijadikan isu bersama?
Mengapa pula ulama?
Menjadi inspirasi mereka?


Dua jam lamanya
Jaka diwawancara
Kini terpana pak polisi
Direnungkannya lagi dan lagi


Terngiang ucapan Jaka
Kami tak punya sawah
Hanya punya kata
Kami tak punya senjata
Hanya punya suara


Kami tak tamat SMA
Hanya mengerti agama
Tak kenal kami penguasa
Hanya kenal para ulama


Kami tak mengerti
Apa sesungguhnya terjadi
Desa semakin kaya
Tapi semakin banyak saja
Yang BUKAN KAMI PUNYA


Kami hanya kerja
Tapi mengapa semakin susah?
Kami tak boleh diam
Kami harus melawan
Bukan untuk kami
Tapi untuk anak anak kami


-000-


Pulanglah itu si Jaka
Interogasi cukup sudah
Kini petinggi polisi sendiri
Di hatinya ada yang sepi


Dilihatnya itu burung garuda
Menempel di dinding dengan gagah
Dilihatnya sila ke lima
Keadian sosial bagi seluruh rakyat Indonesia


Kini menangis itu polisi
Cegugukan tiada henti


Dari mulut burung garuda
Terdengar merdu suara
Lagu Leo kristi yang indah
Salam dari Desa
Terdengar nada:
“Katakan padanya padi telah kembang
Tapi BUKAN KAMI PUNYA”


Mei 2017 (SN/GR)


Apa Hukumnya Minuman yang Kemasukan Bangkai Semut? Mungkin Sebagian Kita Ragu Apakah Masih Halal Atau Menjadi Haram, Semoga Jawaban Ini Bisa Membantu

11:08:00 PM 0


Apakah masih boleh meminum atau sebaiknya dibuang jika didalam minuman ternyata ada semutnya?Bangkai semut tak boleh dikonsumsi, sebab termasuk hewan yang dilarang dibunuh. Hewan yang dilarang dibunuh atau diperintahkan untuk dibunuh maka hewan tersebut diharamkan.

Walaupun tidak boleh dikonsumsi, namun bangkai semut tidak najis, karena termasuk binatang yang tidak memiliki darah yang mengalir. Hukumnya seperti lalat yang masuk ke minuman, cukup dicelupkan dan dibuang lalatnya. Karena di satu sayap lalat terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat penawarnya.

. . . bagi penanya cukup mengambil dan membuang bangkai semut dari jus itu. Jus diminum dan tidak boleh dibuang. Karena membuangnya berarti menyia-nyiakan harta (tabzir) yang disenangi syetan. . .

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ فَإِنَّ فِي أَحَدِ جَنَاحَيْهِ دَاءً وَفِي الْآخَرِ شِفَاءً

“Apabila ada lalat jatuh ke dalam minuman seseorang di antara kamu maka benamkanlah lalat itu kemudian keluarkanlah, sebab ada salah satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya ada obat penawar.” (HR. Al-Bukhari dan Abu Dawud)

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Bassaam –semoga Allah ampuni dosa beliau dan kedua orang tuanya-, berkata “para ulama mengiyaskan sucinya lalat kepada setiap binatang melata yang tidak memiliki darah mengalir, mereka menetapkan kesuciannya, binatang-binatang itu tidak membuat najis makanan atau yang terjatuh ke dalamnya; baik makanan dan minuman itu sedikit atau banyak.” (Taudhih Al-Ahkam: 1/153)

Beliau menjelaskan sebab yang menjadikan najis adalah adanya darah yang tertahan dalam tubuh binatang setelah ia mati. Sedangan sebab ini tidak didapatkan pada binatang yang tidak memiliki darah mengalir, seperti lebah, tawon, nyamuk, dan semisalnya.

Karenanya, bagi penanya cukup mengambil dan membuang bangkai semut dari jus itu. Jus diminum dan tidak boleh dibuang. Karena membuangnya berarti menyia-nyiakan harta (tabzir) yang disenangi syetan. Wallahu A’lam


sumber:voa-islam.com


Gadis Ini Pernah Zina, Ingin berTaubat, Tapi Kadang Masih Tergoda Melakukannya lagi

1:12:00 AM 0

Assalamu’alaikum Ustadz.


Saya seorang perempuan dari salah satu kota di Jawa Timur. Saya Muslimah dan pernah melakukan zina. Saya dulu waktu remaja pacaran. Dan hampir beberapa dari mantan saya, saya melakukan zina dengannya. Terakhir adalah tahun 2015 saya berhenti melakukan perbuatan tersebut. Saya sedih Ustadz, sebab saya berkeinginan sekali untuk bertaubat. Mengingat perbuatan saya yang dulu, saya sungguh menyesal.


Saya Seorang Gadis Yang Pernah Zina, Ingin Taubat, Tapi Kadang Masih Tergoda Ingin Melakukannya

Tapi saya terkadang masih tergoda untuk melakukan perbuatan zina pada diri saya sendiri. Sekarang saya benar benar ingin menguatkan iman saya. Apakah yang harus saya lakukan Ustadz? Apakah saya harus menghindari semua teman laki laki saya? Dan terkadang saya juga menyalahkan penggunaan sosial media. Saya sungguh menyesal ustadz, saya merasakan akibat dari perbuatan yang telah saya lakukan. Ustadz, Mohon pencerahannya. Terima Kasih. (AT)


Jawaban :


Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh


Saudariku yang dirahmati Allah, kami senang ada keinginankuat dari Saudari untuk bertaubat. Karena zina merupakan dosa besar yang balasannya memang akan Allah tampakkan sejak di dunia.

“Dua kejahatan akan dibalas oleh Allah ketika di dunia ; zina dan durhaka kepada orang tua” (HR. Thabrani)


Yang hendaknya Anda lakukan setelah menyesali perbuatan maksiat adalah berkomitmen dengan tegas untuk tidak pernah mengulanginya lagi serta isi hari-hari Anda selanjutnya dengan amalan-amalan shalih yakni dengan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah, seperti shalat, memperbanyak puasa sunnah, bersedekah, membaca dan merenungkan makna al-Qur’an dan sebagainya.


Kami kurang mengerti maksud zina terhadap diri sendiri yang Anda ceritakan itu. Apakah maksudnya mastrubasi? Kalau memang iya, segera tinggalkan hal tersebut. Meski berbeda dengan zina dengan laki-laki, namun tetap saja aktivitas tersebut memunculkan gejolak syahwat yang diharamkan. Karena itu, alihkan perhatian Anda dengan aktivitas yang bermanfaat karena Anda sudah dewasa.


Bila Anda sudah bekerja, fokuslah pada pekerjaan Anda yang bermanfaat serta sisihkan sebagian hasil kerja Anda pada kaum yang membutuhkan. Lihatlah orang-orang sekeliling kita yang begitu sulit perjuangannya untuk bertahan hidup. Dengan begitu, harapannya kita menjadi hamba yang bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan, serta malu untuk berbuat maksiat kepada-Nya.


Selain itu, dekati lingkungan orang-orang yang shalih, serta sebaiknya buatlah jarak dengan orang-orang yang menurut Anda memberikan dampak yang buruk bagi Anda. Boleh saja Anda off dulu dari sosial media bila dirasa memang lebih banyak memberikan madharat.


Sedangkan untuk berteman dengan laki-laki, memang perlu ada jarak. Bila bukan karena urusan pekerjaan, studi atau hal yang mubah lainnya, hendaknya hindari komunikasi terlalu jauh dengan laki-laki yang bukan mahram kita. Hindari pula komunikasi yang mengarah pada munculnya syahwat, karena hal itu memang godaan dari Syaitan.


Selain hal-hal di atas, yang perlu terus kita lakukan adalah berdo’a, memohon kepada Allah agar melimpahkan taufik serta petunjuk kepada kita menuju jalan yang lurus. Memohon agar Allah memantapkan hati kita pada ketaatan.


Baca Juga: Subhanallah, Unggah Foto lagi Memeluk Ibu Kandung Malah Buli nitizen


Kita juga memohon agar aib serta cacat kita di masa lalu ditutupi oleh Allah, serta kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat secara sebenarnya serta golongan orang-orang yang mensucikan diri, sebagaimana doa yang kita lakukan setelah berwudhu.


اللهم اجعلني من التوابين واجعلني من المتطهرين واجعلني من عبادك الصالحين


Allahummaj’alnii minattawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina waj’alnii min ‘ibaadikasshoolihiin.


Demikian saran kami, semoga bermanfaat.


Subhanallah, Unggah Foto lagi Memeluk Ibu Kandung Malah Buli nitizen

1:06:00 AM 0

 




Salah satu netizen yang mengecam Sufyan mengatakan foto tersebut bisa menimbulkan fitnah.


” Abu Sufyan ini sering berkisah hadits tapi pasang gambar yang mengundang m4ksiat. Apa perlunya foto sambil berpelukan. Yang kenal pasti tahu itu ibunya, tapi yang tidak kenal? Kalau itu ibu kamu, kamu telah mengundang fitnah pada orang lain yang memandang kamu berp3lukan dengan orang,” tulis Dyll Dpkfz.


Mendapat serangan tersebut, Sufyan pun kesal karena foto bersama dengan ibunya dijadikan persoalan.
” Antara percaya dan tidak, pemikiran seperti ini ternyata masih ada saja. Allahu Akbar. Tak tahu harus tertawa atau merenung. Bergambar bersama dengan ibu sendiri pun jadi isu dan dikaitkan dengan hadits. Kalau Umi masih ada beliau pasti tertawa melihat komentar ini. Terima kasih Umi karena didikan Umi, Ciyan dapat bedakan mana yang hak dan mana yang batil,” tulis Sufyan.
Ibu pria ini sebenarnya telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu. Gambar ini diunggah sebagai kenangan yang sempat ditangkap selama hayat ibunya.

Namun yang menjadi pertanyaan, memang salah foto sambil memeluk ibu sendiri? Masalahnya, hal itu dianggap sebagai sikap yang wajar untuk menunjukkan hubungan keluarga yang mesra.


Lakukan Ini Agar Senantiasa Dijaga Oleh Allah | Islam 1912

1:29:00 AM 0

Orang yang paling selamat adalah yang senantiasa dijaga oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Karena apapun bahaya yang menghadang sama sekali tidak berpengaruh padanya.


Lakukan Ini Agar Senantiasa Dijaga Oleh Allah

Dia-lah yang Maha Kuasa memberikan manfaat maupun menarik suatu bahaya dari hamba-Nya. Bagaimana agar kita senantiasa mendapat penjagaan Allah? Mari kita simak salah satu kutipan hadits Arba’in an-Nawawiyah berikut,


عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً، فَقَالَ: يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: اْحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ  يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ  [رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح وفي رواية غير الترمذي: احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي   الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

Dari Abu Al ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata: Pada suatu hari saya pernah berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjaga kamu. Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati Dia di hadapanmu. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta tolong, mintalah tolong juga kepada Allah. Ketahuilah, sekiranya semua umat berkumpul untuk memberikan kepadamu sesuatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang sudah Allah tetapkan untuk dirimu. Sekiranya mereka pun berkumpul untuk melakukan sesuatu yang membahayakan kamu, niscaya tidak akan membahayakan kamu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering”(HR. Tirmidzi, ia telah berkata: Hadits ini hasan, pada lafazh lain hasan shahih)



Dalam riwayat selain Tirmidzi: “Hendaklah kamu selalu mengingat Allah, pasti kamu mendapati-Nya di hadapanmu. Hendaklah kamu mengingat Allah di waktu lapang (senang), niscaya Allah akan mengingat kamu di waktu sempit (susah). Ketahuilah bahwa apa yang semestinya tidak menimpa kamu, tidak akan menimpamu, dan apa yang semestinya menimpamu tidak akan terhindar darimu. Ketahuilah sesungguhnya kemenangan menyertai kesabaran dan sesungguhnya kesenangan menyertai kesusahan dan kesulitan“.


Hadits urutan ke-19 dalam kitab yang dihimpun oleh Imam An-Nawawi tersebut sarat akan makna. Agar kita senantiasa dijaga oleh Allah, maka kita harus menjaga Allah. Maknanya bagaimana? Bukankah Allah Yang Maha Segalanya? Ini hampir sama dengan pernyataan “menolong Allah” atau “membela Allah” lalu muncul sanggahan dari beberapa orang yang mengatakan bahwa Allah tidak perlu ditolong atau dibela, demikian pula Islam, tidak perlu dibela, karena Islam agama yang luhur.


Tentu saja logika semacam ini amatlah dangkal karena perintah “membela Allah” juga “menolong Allah” secara tekstual memang ada dalam al-Qur’an dan Hadits. Ungkapan semacam ini merupakan ungkapan majaz sehingga perlu ditafsirkan. Maksud dari menjaga Allah ialah menjaga hak-hak Allah berupa menjalankan perintah-perintah serta menjauhi larangan-larangan-Nya yang terangkum dalam syari’at Islam.


Dalam konteks personal, perintah Allah untuk mendirikan sholat, zakat, puasa, haji yang semuanya berlandaskan keimanan kepada Allah serta tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun merupakan kewajiban yang harus kita tegakkan. Dalam konteks pergaulan dengan sesama manusia, Islam juga memerintahkan untuk berakhlak mulia, mulai tata cara berpakaian, berbicara, jual beli sampai masalah kepemimpinan. Islam memberikan rambu-rambu yang tidak boleh kita langgar.


Demikianlah, upaya kita untuk menjalankan ajaran Islam secara ikhlas akan berbanding lurus dengan penjagaan dari Allah kepada kita. Hanya saja, dalam hadits tersebut, kita juga diberi peringatan oleh Rasulullah bahwa keimanan kita kepada Qadha’ atau keputusan Allah harus kita tanamkan dengan kuat. Jika Allah berkehendak, siapa saja dapat tertimpa musibah, apapun bentuknya. Musibah yang menimpa seorang mukmin merupakan ujian dari Allah. Dalam menghadapi ujian, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman agar senantiasa bersabar, karena sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Ibarat pohon, semakin tinggi semakin kencang angin yang menerpa. Semakin tinggi kualitas iman seseorang, semakin berat ujian yang dihadapi.


Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :


وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ


“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah : 155)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”  (QS. Ali Imran : 200)


Cukuplah firman-firman Allah tersebut menjadi penguat bagi kita untuk senantiasa bersabar dalam ketaatan untuk menjaga aturan-aturan Allah.


Subhanallah, Revalina S Temat Kebanjiran Rezeki Setelah Mantap Berhijab | Kabar Islam

1:23:00 AM 0

Kita patut bersyukur karena telah banyak selebriti tanah air yang tampil berhijab bukan hanya saat syuting. Tak terkecuali Revalina S Temat. Artis cantik 32 tahun ini beberapa saat lalu menyatakan mantap berhijab usai menunaikan umroh. Publik tak jarang memberikan penilaian positif terhadap keputusan para artis tersebut, mereka berharap hijab yang dipakai menjadi simbol seprang muslimah sekaligus motivator untuk semakin menjaga diri dari perilaku buruk.


Subhanallah, Setelah Mantap Berhijab, Revalina S Temat Justru Kebanjiran Rezeki

Dalam promo film terbarunya, ‘Critical Eleven’, Reva mengaku tak ada halangan berarti setelah memutuskan hijrah dengan berhijab. Penampilan baru yang membuat awak media kagum ini tidak menghalanginya untuk terus berkarya dalam dunia seni peran.


“Menyesuaikan aja dengan ambil peran yang berhijab,” ujar mantan gadis sampul tersebut saat ditemui di Plaza Indonesia, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (05/05).

“Sekarang ada aja tawaran syuting sinetron. Dengan pakai hijab ini rezeki malah nambah, peluang dan kesempatan tambah banyak,” jelasnya.


Aktris yang membintangi Film Perempuan Berkalung Sorban (2009) ini semakin mampu menentukan sikap saat menerima tawaran syuting. Ia hanya akan menerima peran yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.


Subhanallah, Setelah Mantap Berhijab, Revalina S Temat Justru Kebanjiran Rezeki

“(Produser) nggak ada yang protes. Rezeki dikasih lihat jalannya. Jalan aku juga semakin terarah mau ke mana. Kalau dulu kan nggak jelas mau ke mana. Sekarang udah jelas, terarah untuk ambil peran yang islami,” imbuhnya.


Reva menyatakan bahwa langkahnya berhijrah ini terdorong dari panggilan hati, tanpa tekanan pihak manapun juga bukan asal mengikuti tren.


Kita berdoa bersama semoga keputusan Revalina S Temat ini mampu menginspirasi para selebriti lainnya, juga kita semua. Karena selain merupakan suatu kewajiban, berhijab juga diharapkan menjadi benteng agar kita semua malu melakukan maksiat, apalagi di muka umum. Kita tidak perlu khawatir masalah Rezeki karena Allah sendiri yang berjanji jika kita bertakwa kepada-Nya, maka Dia akan membuka jalan keluar bagi kita, termasuk membuka pintu Rezeki bagi kita.


“..Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu” (Terjemah QS. Ath Thalaq ayat 2-3).