Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Wanita Ini Putuskan Pacarnya yang Miskin dan Jorok, Siapa Sangka 6 Tahun Kemudian Ia Menyesal

3:48:00 PM 0


Cinta pertama selalu adalah cinta yang sangat spesial.


Semua yang terjadi pada cinta pertama akan menjadi memori yang tidak akan pernah terlupakan.


Baik itu kisah yang indah atau menyakitkan, semuanya akan terbawa seumur hidup.


Cerita ini terjadi di kehidupan seorang wanita yang kisahnya ada disini.


Aku adalah seorang wanita biasa yang punya kisah hidup yang biasa.


Aku lulusan S1 yang setelah selesai kuliah pergi keluar dari rumahku untuk cari pekerjaan.


Di dalam kereta ke kota, aku bertemu dengan cinta pertamaku.


Dia periang, gampang diajak bicara, perhatian, dan baik hati.


Sesampainya kami di kota, dia juga memberikanku nomor handphone, supaya bisa tetap ngobrol, katanya.


Hampir setiap hari dia menelfonku, menanyakan kabarku, menghiburku waktu aku susah.


Seperti seorang koko yang perhatian pada adiknya.


Waktu aku ditipu, dia juga orang pertama yang datang untuk menolongku.


Waktu aku nggak punya apa-apa, dia mengajakku untuk tinggal di rumahnya.


Tinggal di sebuah kamar yang kecil yang dia siapkan untukku.


Kasurnya dia berikan untukku sementara dia tidur di atas tikar.


Keesokan harinya, dia mengajak aku untuk mencari tempat lain yang lebih murah.


Dia bahkan menyisihkan gajinya untuk membayar DP rumah itu.



Dia bukan pekerja kantoran yang gajinya besar.


Dia cuma seorang buruh antar yang gajinya bergantung pada ada tidaknya order.


Akhirnya setelah aku mendapat pekerjaan yang cukup baik, aku mengajaknya makan dan tanpa kusangka.


Dia menyatakan perasaannya padaku dan kami pun berpacaran.


Tapi seiring dengan waktu, aku mulai melihat banyak kebiasaan buruknya.


Dia jarang mencuci kaki, tidak pernah membereskan rumah, dan sering pergi keluar dengan temannya untuk minum bir.


Kami cukup sering bertengkar hanya karena hal-hal kecil.


Suatu hari, mamaku meneleponku dan bertanya apakah aku sudah punya pacar.


Waktu itu aku berpikir, keadaan aku dan pacarku sedang tidak baik.


Pekerjaanku terlihat lebih baik dan harusnya orangtuaku tidak akan menyetujui hubungan kami.


Karena itu aku bersikeras mengatakan kalau aku masih sendiri.


Akhirnya mamaku mengenalkanku pada seorang pria.


Aku beberapa kali pulang untuk menemui pria itu, sekedar untuk berkenalan.



Tapi pacarku itu tidak pernah setuju dan kami selalu bertengkar setiap kali aku mau pulang ke rumah orangtuaku.




Akhirnya di tahun 2009, aku putus dengan pacarku itu dan beberapa bulan setelahnya aku menikah dengan pria yang jadi manager di tempat kerjaku.



Hanya karena aku tidak tahan dengan pertengkaran yang terus terjadi antara aku dan mantan pacarku.





Kalau dipikir-pikir, keputusanku waktu itu terlalu buru-buru.



Waktu masa-masa kami belum menikah, manager yang sekarang menjadi suamiku ini setiap hari mengirimiku bunga.



Selain itu sering menraktirku makan, mengajakku nonton bioskop, sesekali memberikanku hadiah, dan hal-hal ini membuat hatiku luluh.



Tapi setelah menikah dia memintaku untuk jadi ibu rumah tangga penuh waktu, nggak pernah lagi ada hal-hal romantis yang dia lakukan.



Bahkan aku pernah tahu secara tidak sengaja kalau dia masih berhubungan dengan mantan istrinya.



Tidak jarang dia membawa pulang anak dari istrinya untuk dijaga olehku.



Pernah suatu kali saat aku sedang menjaga anaknya, mereka pergi kencan ke bioskop dan hal ini membuatku marah besar.



Aku bertengkar dengan suamiku, bahkan memarahi mantan istrinya.



Sejak itu mereka tidak pernah lagi berhubungan, tapi sikap suamiku berubah total.



Aku lebih muda 16 tahun dari mantan istrinya, lebih cantik, dan lebih bisa dandan, masakan dia lebih memilih mantan istrinya?



Di tahun 2014, aku memergoki suamiku sedang berhubungan dengan mantan istrinya lagi. Emosiku langsung memuncak dan aku minta cerai saat itu juga.



Akhirnya di tahun 2015, aku menjadi sales di sebuah perusahaan kecil yang prospeknya tampak baik.



Suatu hari saat aku sedang dinas, aku tak menyangka aku bertemu dengan mantan pacarku.



Dia sudah menjadi seorang pengusaha besar dan saat ini menjadi klien utama kantor kami. Aku terkejut, tapi dia tampak tenang.



Dia menanyakan kabarku dan kami sedikit bernostalgia.



Akhirnya dia mengatakan kalau dia sudah memiliki seorang pacar dan mereka akan menikah tahun depan.



Hatiku rasanya pedih, tapi apa daya, semua sudah terjadi, dan hari itu, kami tidak berbisnis, kami hanya bernostalgia.



Dia berkata, “Jujur, aku banyak mengalami sakit hati waktu kita putus. Tapi kalau bukan karena kamu, aku nggak yakin aku bisa sukses hari ini.”



Setelah kami berpisah, aku mengirimnya sebuah SMS, “Apakah kamu masih sayang sama aku? Walaupun sedikit aja?”



“Cinta atau nggak cinta, sayang nggak sayang, semuanya udah berlalu.”



Melihat jawabannya, aku tahu aku sudah kehilangan seseorang yang benar-benar mencintaiku.



Aku menangis, sadar aku masih mencintainya. Tapi semua sudah berlalu dan kehidupanku harus berjalan.

Gadis Ini Pernah Zina, Ingin berTaubat, Tapi Kadang Masih Tergoda Melakukannya lagi

1:12:00 AM 0

Assalamu’alaikum Ustadz.


Saya seorang perempuan dari salah satu kota di Jawa Timur. Saya Muslimah dan pernah melakukan zina. Saya dulu waktu remaja pacaran. Dan hampir beberapa dari mantan saya, saya melakukan zina dengannya. Terakhir adalah tahun 2015 saya berhenti melakukan perbuatan tersebut. Saya sedih Ustadz, sebab saya berkeinginan sekali untuk bertaubat. Mengingat perbuatan saya yang dulu, saya sungguh menyesal.


Saya Seorang Gadis Yang Pernah Zina, Ingin Taubat, Tapi Kadang Masih Tergoda Ingin Melakukannya

Tapi saya terkadang masih tergoda untuk melakukan perbuatan zina pada diri saya sendiri. Sekarang saya benar benar ingin menguatkan iman saya. Apakah yang harus saya lakukan Ustadz? Apakah saya harus menghindari semua teman laki laki saya? Dan terkadang saya juga menyalahkan penggunaan sosial media. Saya sungguh menyesal ustadz, saya merasakan akibat dari perbuatan yang telah saya lakukan. Ustadz, Mohon pencerahannya. Terima Kasih. (AT)


Jawaban :


Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh


Saudariku yang dirahmati Allah, kami senang ada keinginankuat dari Saudari untuk bertaubat. Karena zina merupakan dosa besar yang balasannya memang akan Allah tampakkan sejak di dunia.

“Dua kejahatan akan dibalas oleh Allah ketika di dunia ; zina dan durhaka kepada orang tua” (HR. Thabrani)


Yang hendaknya Anda lakukan setelah menyesali perbuatan maksiat adalah berkomitmen dengan tegas untuk tidak pernah mengulanginya lagi serta isi hari-hari Anda selanjutnya dengan amalan-amalan shalih yakni dengan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah, seperti shalat, memperbanyak puasa sunnah, bersedekah, membaca dan merenungkan makna al-Qur’an dan sebagainya.


Kami kurang mengerti maksud zina terhadap diri sendiri yang Anda ceritakan itu. Apakah maksudnya mastrubasi? Kalau memang iya, segera tinggalkan hal tersebut. Meski berbeda dengan zina dengan laki-laki, namun tetap saja aktivitas tersebut memunculkan gejolak syahwat yang diharamkan. Karena itu, alihkan perhatian Anda dengan aktivitas yang bermanfaat karena Anda sudah dewasa.


Bila Anda sudah bekerja, fokuslah pada pekerjaan Anda yang bermanfaat serta sisihkan sebagian hasil kerja Anda pada kaum yang membutuhkan. Lihatlah orang-orang sekeliling kita yang begitu sulit perjuangannya untuk bertahan hidup. Dengan begitu, harapannya kita menjadi hamba yang bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan, serta malu untuk berbuat maksiat kepada-Nya.


Selain itu, dekati lingkungan orang-orang yang shalih, serta sebaiknya buatlah jarak dengan orang-orang yang menurut Anda memberikan dampak yang buruk bagi Anda. Boleh saja Anda off dulu dari sosial media bila dirasa memang lebih banyak memberikan madharat.


Sedangkan untuk berteman dengan laki-laki, memang perlu ada jarak. Bila bukan karena urusan pekerjaan, studi atau hal yang mubah lainnya, hendaknya hindari komunikasi terlalu jauh dengan laki-laki yang bukan mahram kita. Hindari pula komunikasi yang mengarah pada munculnya syahwat, karena hal itu memang godaan dari Syaitan.


Selain hal-hal di atas, yang perlu terus kita lakukan adalah berdo’a, memohon kepada Allah agar melimpahkan taufik serta petunjuk kepada kita menuju jalan yang lurus. Memohon agar Allah memantapkan hati kita pada ketaatan.


Baca Juga: Subhanallah, Unggah Foto lagi Memeluk Ibu Kandung Malah Buli nitizen


Kita juga memohon agar aib serta cacat kita di masa lalu ditutupi oleh Allah, serta kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat secara sebenarnya serta golongan orang-orang yang mensucikan diri, sebagaimana doa yang kita lakukan setelah berwudhu.


اللهم اجعلني من التوابين واجعلني من المتطهرين واجعلني من عبادك الصالحين


Allahummaj’alnii minattawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina waj’alnii min ‘ibaadikasshoolihiin.


Demikian saran kami, semoga bermanfaat.


Subhanallah, Unggah Foto lagi Memeluk Ibu Kandung Malah Buli nitizen

1:06:00 AM 0

 




Salah satu netizen yang mengecam Sufyan mengatakan foto tersebut bisa menimbulkan fitnah.


” Abu Sufyan ini sering berkisah hadits tapi pasang gambar yang mengundang m4ksiat. Apa perlunya foto sambil berpelukan. Yang kenal pasti tahu itu ibunya, tapi yang tidak kenal? Kalau itu ibu kamu, kamu telah mengundang fitnah pada orang lain yang memandang kamu berp3lukan dengan orang,” tulis Dyll Dpkfz.


Mendapat serangan tersebut, Sufyan pun kesal karena foto bersama dengan ibunya dijadikan persoalan.
” Antara percaya dan tidak, pemikiran seperti ini ternyata masih ada saja. Allahu Akbar. Tak tahu harus tertawa atau merenung. Bergambar bersama dengan ibu sendiri pun jadi isu dan dikaitkan dengan hadits. Kalau Umi masih ada beliau pasti tertawa melihat komentar ini. Terima kasih Umi karena didikan Umi, Ciyan dapat bedakan mana yang hak dan mana yang batil,” tulis Sufyan.
Ibu pria ini sebenarnya telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu. Gambar ini diunggah sebagai kenangan yang sempat ditangkap selama hayat ibunya.

Namun yang menjadi pertanyaan, memang salah foto sambil memeluk ibu sendiri? Masalahnya, hal itu dianggap sebagai sikap yang wajar untuk menunjukkan hubungan keluarga yang mesra.


Lakukan Ini Agar Senantiasa Dijaga Oleh Allah | Islam 1912

1:29:00 AM 0

Orang yang paling selamat adalah yang senantiasa dijaga oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Karena apapun bahaya yang menghadang sama sekali tidak berpengaruh padanya.


Lakukan Ini Agar Senantiasa Dijaga Oleh Allah

Dia-lah yang Maha Kuasa memberikan manfaat maupun menarik suatu bahaya dari hamba-Nya. Bagaimana agar kita senantiasa mendapat penjagaan Allah? Mari kita simak salah satu kutipan hadits Arba’in an-Nawawiyah berikut,


عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً، فَقَالَ: يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: اْحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ  يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ  [رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح وفي رواية غير الترمذي: احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي   الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

Dari Abu Al ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata: Pada suatu hari saya pernah berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjaga kamu. Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati Dia di hadapanmu. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta tolong, mintalah tolong juga kepada Allah. Ketahuilah, sekiranya semua umat berkumpul untuk memberikan kepadamu sesuatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang sudah Allah tetapkan untuk dirimu. Sekiranya mereka pun berkumpul untuk melakukan sesuatu yang membahayakan kamu, niscaya tidak akan membahayakan kamu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering”(HR. Tirmidzi, ia telah berkata: Hadits ini hasan, pada lafazh lain hasan shahih)



Dalam riwayat selain Tirmidzi: “Hendaklah kamu selalu mengingat Allah, pasti kamu mendapati-Nya di hadapanmu. Hendaklah kamu mengingat Allah di waktu lapang (senang), niscaya Allah akan mengingat kamu di waktu sempit (susah). Ketahuilah bahwa apa yang semestinya tidak menimpa kamu, tidak akan menimpamu, dan apa yang semestinya menimpamu tidak akan terhindar darimu. Ketahuilah sesungguhnya kemenangan menyertai kesabaran dan sesungguhnya kesenangan menyertai kesusahan dan kesulitan“.


Hadits urutan ke-19 dalam kitab yang dihimpun oleh Imam An-Nawawi tersebut sarat akan makna. Agar kita senantiasa dijaga oleh Allah, maka kita harus menjaga Allah. Maknanya bagaimana? Bukankah Allah Yang Maha Segalanya? Ini hampir sama dengan pernyataan “menolong Allah” atau “membela Allah” lalu muncul sanggahan dari beberapa orang yang mengatakan bahwa Allah tidak perlu ditolong atau dibela, demikian pula Islam, tidak perlu dibela, karena Islam agama yang luhur.


Tentu saja logika semacam ini amatlah dangkal karena perintah “membela Allah” juga “menolong Allah” secara tekstual memang ada dalam al-Qur’an dan Hadits. Ungkapan semacam ini merupakan ungkapan majaz sehingga perlu ditafsirkan. Maksud dari menjaga Allah ialah menjaga hak-hak Allah berupa menjalankan perintah-perintah serta menjauhi larangan-larangan-Nya yang terangkum dalam syari’at Islam.


Dalam konteks personal, perintah Allah untuk mendirikan sholat, zakat, puasa, haji yang semuanya berlandaskan keimanan kepada Allah serta tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun merupakan kewajiban yang harus kita tegakkan. Dalam konteks pergaulan dengan sesama manusia, Islam juga memerintahkan untuk berakhlak mulia, mulai tata cara berpakaian, berbicara, jual beli sampai masalah kepemimpinan. Islam memberikan rambu-rambu yang tidak boleh kita langgar.


Demikianlah, upaya kita untuk menjalankan ajaran Islam secara ikhlas akan berbanding lurus dengan penjagaan dari Allah kepada kita. Hanya saja, dalam hadits tersebut, kita juga diberi peringatan oleh Rasulullah bahwa keimanan kita kepada Qadha’ atau keputusan Allah harus kita tanamkan dengan kuat. Jika Allah berkehendak, siapa saja dapat tertimpa musibah, apapun bentuknya. Musibah yang menimpa seorang mukmin merupakan ujian dari Allah. Dalam menghadapi ujian, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman agar senantiasa bersabar, karena sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Ibarat pohon, semakin tinggi semakin kencang angin yang menerpa. Semakin tinggi kualitas iman seseorang, semakin berat ujian yang dihadapi.


Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :


وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ


“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah : 155)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”  (QS. Ali Imran : 200)


Cukuplah firman-firman Allah tersebut menjadi penguat bagi kita untuk senantiasa bersabar dalam ketaatan untuk menjaga aturan-aturan Allah.


Subhanallah, Revalina S Temat Kebanjiran Rezeki Setelah Mantap Berhijab | Kabar Islam

1:23:00 AM 0

Kita patut bersyukur karena telah banyak selebriti tanah air yang tampil berhijab bukan hanya saat syuting. Tak terkecuali Revalina S Temat. Artis cantik 32 tahun ini beberapa saat lalu menyatakan mantap berhijab usai menunaikan umroh. Publik tak jarang memberikan penilaian positif terhadap keputusan para artis tersebut, mereka berharap hijab yang dipakai menjadi simbol seprang muslimah sekaligus motivator untuk semakin menjaga diri dari perilaku buruk.


Subhanallah, Setelah Mantap Berhijab, Revalina S Temat Justru Kebanjiran Rezeki

Dalam promo film terbarunya, ‘Critical Eleven’, Reva mengaku tak ada halangan berarti setelah memutuskan hijrah dengan berhijab. Penampilan baru yang membuat awak media kagum ini tidak menghalanginya untuk terus berkarya dalam dunia seni peran.


“Menyesuaikan aja dengan ambil peran yang berhijab,” ujar mantan gadis sampul tersebut saat ditemui di Plaza Indonesia, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (05/05).

“Sekarang ada aja tawaran syuting sinetron. Dengan pakai hijab ini rezeki malah nambah, peluang dan kesempatan tambah banyak,” jelasnya.


Aktris yang membintangi Film Perempuan Berkalung Sorban (2009) ini semakin mampu menentukan sikap saat menerima tawaran syuting. Ia hanya akan menerima peran yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.


Subhanallah, Setelah Mantap Berhijab, Revalina S Temat Justru Kebanjiran Rezeki

“(Produser) nggak ada yang protes. Rezeki dikasih lihat jalannya. Jalan aku juga semakin terarah mau ke mana. Kalau dulu kan nggak jelas mau ke mana. Sekarang udah jelas, terarah untuk ambil peran yang islami,” imbuhnya.


Reva menyatakan bahwa langkahnya berhijrah ini terdorong dari panggilan hati, tanpa tekanan pihak manapun juga bukan asal mengikuti tren.


Kita berdoa bersama semoga keputusan Revalina S Temat ini mampu menginspirasi para selebriti lainnya, juga kita semua. Karena selain merupakan suatu kewajiban, berhijab juga diharapkan menjadi benteng agar kita semua malu melakukan maksiat, apalagi di muka umum. Kita tidak perlu khawatir masalah Rezeki karena Allah sendiri yang berjanji jika kita bertakwa kepada-Nya, maka Dia akan membuka jalan keluar bagi kita, termasuk membuka pintu Rezeki bagi kita.


“..Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu” (Terjemah QS. Ath Thalaq ayat 2-3).


Segini, Inilah Ukuran Kenikmatan Dunia | Islam 1912

3:40:00 PM 0

Segini. Inilah ukuran kenikmatan dunia.


Sebesar apapun syahwat perut kita, rasa nikmat makan sejatinya hanya seluas lidah dan seruang rongga mulut, hanya sedikit melampaui panjang jejari. Lebih dari itu, segala rasa sama sahaja. Lebih dari itu segala bentuk dan warna tak ada bedanya.


Segini, Inilah Ukuran Kenikmatan Dunia

Segini. Inilah ukuran kenikmatan dunia.


Bagaimana dengan syahwat di bawah perut? Yang ini seyogianya tak perlu dijelaskan. Tapi jawabnya juga segini. Yang ini memang tak perlu dijelaskan. Dan memang ada takaran yang tak perlu dilampaui.


Tetapi Ya Allah, mengapa amat berat bagi kami menaklukkan keliaran yang ‘segini’ ini? Tetapi Ya Allah, mengapa begitu mudah kami terjatuh dalam goda badaniah yang hanya ‘segini’ ini?


Benarlah Kanjeng Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang bersabda,


إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ وَ فُرُوجِكُمْ وَمُضِلَّاتِ الْفِتَنِ


“Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kalian, ialah syahwat menyimpang yang diperturutkan pada perut dan kemaluan, serta fitnah-fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ahmad)


مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا كَمِثْلِ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَا يَرْجِعُ وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ


“Perumpamaan antara dunia dengan akhirat ibarat seorang di antara kalian mencelupkan jarinya ke dalam lautan, maka hendaklah ia melihat apa yang menempel padanya. Lalu beliau memberi isyarat dgn jari telunjuknya.” (HR. Ahmad)


Maka awal-awal, amat penting bagi kita menghayati keinsyafan seperti Nabiyyullah Yusuf ‘Alaihissalaam bahwa kita takkan selamat dari tarikan syahwat ini kecuali dengan rahmat dan pertolongan Allah ‘Azza wa Jalla.


وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي


“Dan aku tiada berlepas diri dari hawa nafsuku. Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali apa-apa yang diberi rahmat oleh Rabbku.” (QS. Yusuf: 53)


Maka Ya Allah, inilah kami yang takkan selamat dari diri kami, selain dengan rahmat dan pertolonganMu. Atas itu, inilah di antara doa indah yang diajarkan Sang Nabi ﷺ kepada kita:


اللهم رحمتك أرجو، فلا تكلني إلى نفسي طرفة عين، وأصلح لي شأني كله، لا إله إلا أنت


“Ya Allah, rahmatMu yang kuharap. Maka janganlah Kau serahkan aku pada nafsuku sendiri walau sekejap. Perbaikilah urusanku kesemuanya, sungguh tiada sesembahan yang berhak diibadahi selain Engkau.”


Oleh: Salim A Fillah


Astagfirullah, Istri Telat Sajikan Makan, Bayi Berusia 47 Hari Dilempar Ayahnya Ke Bibir Tungku Yang Apinya Menyala | Islam 1912

4:38:00 PM 0

Seorang Bayi yang baru Berusia 47 Hari harus mengalami nasib nahas.


Bagaimana tidak, ayahnya kandungnya tega melempar bayi tersebut ke bibir tungku rumahnya di Desa Cisitu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.


Sang ayah yang diketahui bernama Taruna (23) melempar bayinya pada Minggu (23/4/2017) pukul 14.00 WIB.


Akibat kejadian tersebut, Si bayi yang tak bersalah itu harus menderita luka lebam dan lecet di dahi, dagu, paha, dan hidung.




Astagfirullah, Istri Telat Sajikan Makan, Bayi Berusia 47 Hari Dilempar Ayahnya Ke Bibir Tungku Yang Apinya Menyala
Ilustrasi

“Korban tidak sampai masuk ke dalam tungku, melainkan hanya ke bibir tungku setelah dilempar ayahnya,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus, Senin (24/4/2017).


Aksi kekerasan terhadap anak ini dipicu gara-gara Yeni Maryani (20) telat menyajikan makan untuk suaminya tersebut.


Akibat perbuatannya, pria asal Kampung Singkup, RT 10 RW 02, Desa Cisitu, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu harus berurusan dengan aparat kepolisian.


Informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula saat pelaku pulang dari tempat kerjanya sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (23/4/2017). Setiba di rumah, Taruna yang lapar, lalu menanyakan nasi kepada istrinya.


Keduanya terlibat cekcok. “Istrinya menjelaskan, nasi masih belum matang dan masih di atas tungku. Keributan kemudian terjadi, pelaku yang kesal kemudian merebut bayi yang sedang digendong istrinya. Setelah itu pelaku melempar anaknya ke arah tungku,” ucap Kapolsek Nyalindung AKP Dede Mazmudin, Senin (24/4/2018).


Untung saja, tubuh bayi mungil itu tidak mengenai tungku perapian. Bayi malang tersebut tersungkur tepat di samping tungku yang saat itu dalam kondisi menyala. Melihat suaminya seperti itu, Yeni kemudian menjerit-jerit sambil mengambil anaknya yang tergeletak di pinggiran tungku.


“Mendengar istrinya menjerit minta tolong, pelaku melarikan diri. Warga mendengar teriakan itu langsung mengejar pelaku. Pelaku tertangkap oleh warga dan langsung dibawa ke kantor,” tutur Dede.


Hingga kini pelaku masih menjalani pemeriksaan pihak kepolisian. Pelaku disangkakan melanggar pasal kekerasan terhadap anak di bawah umur. “Kami masih meminta keterangan pelaku. Termasuk memeriksa kondisi psikologinya. Sementara bayinya menjalani pengobatan di RSUD R Syamsudin,” ujar Dede. Sumber: tribunews.com


Jauh Jauh Hari Sebelum Pilkada DKI, Wan Sehan Temui Sandi Dan Ucapkan Satu Kata Ini | Islam 1912

3:25:00 AM 0


Wan Sehan, Ulama nyeleneh yang sudah tidak asing lagi di telinga kaum Nahdliyin pernah menemui Sandiaga Salahudin Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru-baru ini menang dalam Pilkada.


Jauh Jauh Hari Sebelum Pilkada DKI, Wan Sehan Temui Sandi Dan Ucapkan Satu Kata Ini

Dalam pertemuan singkat tersebut, Wan Sehan yang bernama asli Al Habib Syaikhan Bin Mustofa Al Bahar ini hanya mengucapkan sebuah kata “Jaring-jaring”.


Pertemuan itu terjadi di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (29/3), Sontak saja Sandiaga terkejut karena ulama itu muncul dari kerumunan massa, kemudian langsung bersalaman.


Sandi kemudian memeluk ulama tersebut. “Saya kaget sekali tiba-tiba muncul kemudian memegang bahu saya seraya berkata ‘jaring-jaring’, tadi kami ketemu dengan habib yang tidak pernah bertemu sebelumnya dan susah sekali bertemunya,” kata Sandiaga.



Dia mengungkapkan, perkataan Wan Sehan seakan memintanya untuk lebih memperhatikan masyarakat pesisir jika dirinya mendapatkan amanah menjadi wakil gubernur.

“Jadi saya melihat itu pesan mungkin kepada saya untuk memperhatikan, menitipkan para nelayan. Jadi ini sebagai amanah untuk memperhatikan nelayan dan masyarakat pesisir, ini pesan sangat jelas dan tegas,” kata Sandiaga.


Ucapan Wan Sehan tersebut memang terbukti mewakili para nelayan yang terpinggirkan selama Ahok berkuasa di DKI Jakarta.


Hal ini dibuktikan dengan beredarnya sebuah video di laman Youtube dan menjadi viral karena mereka para nelayan menuntut kepada Sandi, Wakli Gubernur DKI Jakarta terpilih untuk menghentikan seluruh proses Reklamasi dan memelihara teluk DKI Jakarta seperti sebelumnya. Berikut videonya,