10 Pekerjaan yang Rasulullah Perintahkan Untuk Dijauhi Karena Haram! Nomor 4 Dan 8 Sering Di Lakukan

10 Pekerjaan yang Rasulullah Perintahkan Untuk Dijauhi Karena Haram! Nomor 4 Dan 8 Sering Di Lakukan

9:48:00 AM 0


Semua

bencana itu akan berimbas pada problem kemanusiaan. Ekonomi merosot,

persediaan pangan terancam, lahan pekerjaan menjadi sempit, sementara

kebutuhan manusia terus berjalan dan cenderung melonjak, baik karena

faktor pertambahan penduduk maupun berubah gaya hidup manusia yang

cenderung materialistik.



Dalam

kondisi seperti itu, sering kali manusia menjadi gelap mata manakala

kebutuhan mereka tidak terpenuhi. Perut yang lapar dan tuntuan hidup

orang-orang yang ditanggungnya (anak dan istri), mau tidak mau akan

memaksa mereka untuk menempuh jalan yang mungkin saja berujung pada

sikap menghalalkan segala cara; yang terpenting perut bisa diganjal,

anak dan istri tidak lagi menangis kelaparan dan kebutuhannya terpenuhi.



Inilah

kondisi di mana hari ini kita hidup. Faktor kesenjangan sosial antara

si kaya dan si miskin tidak dipungkiri menjadi pemicu lahirnya keinginan

manusia untuk mencari keadilan dengan cara-cara haram.



Orang-orang

kaya yang hobi pamer kekayaan dan sering menjual gaya hidupnya kepada

orang-orang miskin, ‘telah menambah dorongan mereka untuk melakukan

apapun asal mereka bisa menikmati seperti yang selama ini mereka tonton.

Maka, betapa tepatnya kondisi saat ini dengan apa yang dinubuwatkan

oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam riwayat di atas.



Rezki Allah itu sangat luas



Pameo

klasik yang mengatakan bahwa ‘mencari yang haram saja sulit, apalagi

yang halal’ jelas merupakan sebuah alasan yang klise dan absurd, meski

realitanya demikian. Sesungguhnya mata pencaharian itu sangat banyak

ragamnya. Selama ia merupakan sesuatu yang halal, baik, dan tidak

melanggar ketentuan syariat, maka ia adalah pekerjaan yang diberkahi.



Seorang

muslim boleh melakukannya. Apabila pekerjaan tersebut berupa sebuah

kemaksiatan, kemungkaran, kezaliman, kecurangan, penipuan, atau

pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan umum syariat, maka ia adalah

pekerjaan yang haram, meskipun menghasilkan harta kekayaan dalam jumlah

yang banyak. Seorang muslim wajib menjauhi dan meninggalkannya.



Hindari pekerjaan-pekerjaan ini:



Rasulullah

Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah memperingatkan umatnya untuk

mewaspadai pekerjaan-pekerjaan yang haram ini. Beliau Shallallahu

‘Alaihi wa Sallam menyebutkan salah satu tanda rusaknya akhlak umat

manusia dengan ketidakpedulian mereka terhadap cara mencari harta

kekayaan. Di antara mata pencaharian yang dilarang adalah:



1.

Pekerjaan yang berupa kesyirikan dan sihir, seperti perdukunan,

paranormal, ‘orang pintar’, peramal nasib, dan hal-hal yang sejenis dan

semakna dengannya.



2.

Pekerjaan yang berupa sarana-sarana menuju kesyirikan, seperti menjadi

juru kunci makam, membuat patung, melukis gambar makhluk yang bernyawa,

dan hal-hal yang sejenis dan semakna dengannya.




3.

Memperjual belikan hal-hal yang diharamkan oleh syariat, seperti

bangkai, babi, darah, anjing, patung, lukisan makhluk yang bernyawa,

minuman keras, narkotika, dan lain sebagainya.



Dari

Abu Mas’ud al-Anshari ra bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa

Sallam melarang harta dari harga penjualan anjing, upah wanita pezinaan,

dan upah seorang dukun. 2)



Dari

Abu Juhaifah ra ia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu

‘Alaihi wa Sallam telah melarang harta hasil penjualan darah, penjualan

anjing, upah budak perempuan yang dipekerjakan untuk berzina (upah

mucikari). Beliau melaknat perempuan yang membuat tato, perempuan yang

meminta ditato, orang yang memakan harta riba, orang yang memberikan

riba, dan orang yang membuat patung.” 3)



Dari

Jabir bin Abdillah ra bahwasanya ia telah mendengar Rasulullah

Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda di Mekah pada tahun penaklukkan

Mekah: “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan penjualan

khamer, bangkai, babi, dan patung.” Maka ada seseorang bertanya: “Wahai

Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang menjual lemak bangkai,

karena ia bisa digunakan untuk mengecat perahu, meminyaki kulit, dan

orang-orang biasa mempergunakannya untuk minyak lampu penerangan?” Maka

beliau menjawab: “Tidak boleh menjualnya, ia tetap haram.”



Rasulullah

Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lantas bersabda: “Semoga Allah memerangi

kaum Yahudi. Ketika Allah mengharamkan atas mereka lemak bangkai, mereka

mencairkannya lalu menjualnya dan memakan harganya.”4)



Dari

‘Aisyah radiyalaahu ‘anhuma ia berkata: “Ketika diturunkan ayat-ayat di

akhir-akhir surat Al-Baqarah tentang riba (ayat 275 dst) , Nabi

Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar ke masjid dan membacakannya kepada

masyarakat. Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian mengharamkan

perdagangan khamer, minuman keras. 5)



4. Memakan harta riba.



Hai

orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan

tinggalkanlah riba yang masih ada pada diri kalian, jika kalian

benar-benar beriman. Jika kalian tidak mau melakukannya, maka terimalah

pengumuman perang dari Allah dan Rasul-Nya. ” (QS Al-Baqarah [2]

:278-279).



5.

Menimbun bahan-bahan perdagangan di saat harganya murah dan dibutuhkan

oleh masyarakat dengan tujuan meraih keuntungan yang berlipat ganda pada

saat harganya melambung tinggi. 



Dari Ma’ mar bin Abdullah al-Anshari ra dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:



“Barang

siapa menimbun, ia telah berbuat salah.” Dalam lafal yang lain: Tidak

ada orang yang melakukan penimbunan selain orang yang berbuat salah.“ 6)



Dari

Umar bin Khathab ra , ia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu

‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa menimbun bahan makanan yang

dibutuhkan oleh kaum muslimin, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menimpakan

penyakit lepra dan kebangkrutan kepadanya.” 7)



6. Perjudian.



Hai

orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamer (minuman keras),

perjudian, berkurban untuk berhala-berhala, dan mengundi nasib dengan

anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan, maka

jauhilah oleh kalian perbuatan-perbuatan tersebut agar kalian

mendapatkan keberuntungan.



Sesungguhnya

setan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian

lantaran meminum khamr dan melakukan perjudian dan menghalang-halangi

melalaikan kalian dari dzikir kepada Allah dan dari shalat. Maka

mengapa kalian tidak mau berhenti? (QS Al-Maidah [5]: 90-91).



7. Memakan harta anak yatim secara dzalim.



Sesungguhnya

orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, sebenarnya

mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam

api yang menyala-nyala (neraka). (QS An-Nisa’ [4): 10).



Hai

orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama

kalian dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang

berlaku dengan suka sama suka di antara kalian. (QS An-Nisa’ [4]: 29).



8. Mencuri, mencopet, menjambret, dan merampok.



Pencuri

laki-laki dan pencuri perempuan, maka potonglah (pergelangan)

tangan-tangan mereka sebagai hukuman dari Allah atas kejahatan mereka.

(QS Al-Maidah [5]: 38).



9. Mengurangi timbangan dan takaran.



Kecelakaan

bagi orang-orang yang melakukan kecurangan dalam timbangan, yaitu kalau

menakar milik orang lain untuk dirinya, ia meminta disempurnakan.

Namun, apabila mereka menakar barang dagangan mereka untuk orang lain,

ia merugikan orang lain (dengan mengurangi takaran). (QS Al-Muthaffifin:

1-3).



10. Korupsi dan penipuan terhadap rakyat.



Dari

Ma’qil bin Yasar ra ia berkata: Saya mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi

wa Sallam telah bersabda: “Tidak ada seorang hamba pun yang diberi

amanat oleh Allah untuk menjadi pemimpin sebuah masyarakat lalu ia tidak

memimpin mereka dengan ketulusan (kejujuran), kecuali ia tidak akan

mendapatkan bau surga.” Dalam lafal Muslim: “… kecuali Allah

mengharamkan surga atasnya.“ 8)



11. Menunda-nunda pembayaran gaji buruh dan karyawan atau mengurangi hak-hak mereka.



Dari

Abu Hurairah ra dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau

bersabda: “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ‘Ada tiga golongan yang

Aku menjadi musuh mereka; orang yang memberikan sumpah setia dengan

menyebut nama-Ku lalu ia mengkhianati, orang yang menjual orang merdeka

lalu ia memakan hasil penjualannya, dan orang yang mempekerjakan seorang

buruh lalu si buruh menuntaskan pekerjaannya sementara ia tidak mau

membayarkan upahnya.” 9)



_________



1.

HR. Bukhari : Kitab al-buyu’ bab man lam yubali min haitsu kasaba

al-mal no. 2059 bab qauluhu ta’ala Ali Imran : 130 no. 2083, An-Nasa’i

dan Ahmad. ‘



2. HR. Bukhari : Kitab al-buyu’ bab tsaman al-kalb no. 2237,.



3. HR. Bukhari : Kitab al-buyu’ bab mukil al-riba no. 2086, bab tsaman al-kalb no. 2238.



4.

HR. Bukhari : Kitab al-buyu’ bab bai’i al-maitah wa al-ashnam no. 2236″

90 HR. Bukhari : Kitab al-shalat bab tahrim tijarat al-khamr fi

al-masjid no. 459.



5. HR. Muslim: Kitab al-musaqat bab tahrim alihtikar fi al-aqwat no. 1605,.



6. HR. Ibnu Majah : Kitab al-tijarah bab al-hukrah wa al-jalb no. 2155. AI-Hafizh Ibnu Hajar berkata: sanadnya hasan.



7.

HR. Bukhari : Kitab al-ahkam bab man ustur’iya ra’iyah falam yanshah

lahum no. 7150 Muslim: Kitab al-imarah bab fadhilat al-imam al-‘adil wa

‘uqubat al-jaair no. 1831. ‘ .



8. HR. Bukhari: Kitab al-buyu’ bab itsm man ba’a hurran no. 2227.



(Sumber: Akhir Zaman: Abdur Rahman Al-Wasithi, Dari: 100 Hadits Tentang Nubuat Akhir Zaman, Az-Zahra Mediatama, Hal. 102-108)



sumber: keluargasakinahdotnet

Menikahlah Walau Penghasilan Baru Cukup Untuk Sepiring Berdua, Jangan Takut Tidak Bisa Makan. Tolong Dibaca Buat Yang Belum Nikah

9:41:00 AM 0




Menikah adalah sunnah Rosul shollallaahu

‘alayhi wa sallam yang sangat banyak pahalanya. Sampai-sampai penekanan

sunnah Rosul ini disebutkan bahwa orang yang tidak menikah tanpa udzur

syar’i, dikatakan bukan termasuk umat Rosulullah. Banyak yang akhirnya

mengundur-undur pernikahan hanya karena materi. Mereka sibuk mencari

materi yang dirasa bisa membuat bahagia.



Namun ternyata menikah tidak disyaratkan harus kaya terlebih dahulu.



Nasihat dari Ustadz Khalid Basalamah

untuk menikah, terkotak pada syarat dasar yaitu mampu. Jika seorang

lelaki sudah mampu untuk mencari nafkah maka ia pun sebaiknya menikah.

Begitu pun dengan perempuan, jika sudah siap untuk mengandung dan

mengasuh anak maka itu sudah cukup baginya untuk dianjurkan menikah.



Pernikahan menjadi suatu prosesi yang

sakral bagi semua orang. Setiap orang yang saling mencintai  berharap

hubungan mereka dipersatukan ke jenjang pernikahan. Ada banyak alasan

pasangan untuk menikah salah satunya adalah untuk melaksanakan sunnah

Nabi.





Namun, tidak semua orang melakukan

pernikahan karena alasan tersebut. Ada di antara mereka yang menikah

dengan tujuan untuk mendapatkan harta atau kenikmatan dari pasangannya

saja. Bahkan di antara mereka ada yang meninggalkan pasangannya setelah

mendapatkan apa yang diinginkan.



Padahal sebenarnya di dalam agama Islam,

pernikahan bukan hanya dijadikan ajang pemersatu dua hati yang saling

mencintai saja. Namun lebih dari pada itu, ada beberapa tujuan dari

melakukan pernikahan di dalam Islam. Apa sajakah itu? Berikut ini ulasan

selengkapnya.



1. Menjaga Diri Dari Perbuatan Maksiat



Tujuan pertama dari pernikahan menurut

Islam adalah untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat. Seperti yang

diketahui, pada saat ini banyak anak muda yang menjalin hubungan yang

tidak diperbolehkan di dalam Islam yakni dengan berpacaran. Hubungan

yang demikian ini menjadi ladang dosa bagi mereka yang menjalaninya

karena dapat menimbulkan nafsu antara satu dengan lainnya. 



Rasulullah SAW bersabda: “Wahai para

pemuda, barang siapa dari kamu telah mampu memikul tanggul jawab

keluarga, hendaknya segera menikah, karena dengan pernikahan engkau

lebih mampu untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluanmu. Dan

barang siapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, karena puasa

itu dapat mengendalikan dorongan seksualnya.” (Muttafaqun ‘alaih)




 







Nafsu syahwat merupakan fitrah yang ada

dalam diri manusia. Untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat, maka

mereka yang telah mampu dianjurkan untuk menikah. Namun jika belum

mampu, maka hendaknya berpuasa untuk mengendalikan diri.



2. Mengamalkan Ajaran Rasulullah SAW



Seperti yang sudah dijelaskan di atas

bahwa pernikahan itu merupakan sunnah Nabi, jadi mengamalkan ajaran

Rasulullah SAW menjadi salah satu tujuan dari pernikahan di dalam Islam.

Sebagai umat Muslim, Rasulullah SAW dijadikan sebagai teladan dalam

menjalani kehidupan. Dengan mengikuti apa yang dikerjakan oleh

Rasulullah SAW berarti kita sudah menjalankan sunnah-ya. Salah satu

sunnah Rasul  itu adalah menikah. 



3. Memperbanyak Jumlah Umat Islam



Tujuan selanjutnya dari pernikahan

adalah untuk menambah jumlah umat Islam. Maksudnya di sini adalah buah

dari pernikahan tersebut akan melahirkan anak-anak kaum muslim ke dunia

dan mendidiknya menjadi umat yang berguna bagi agama dan masyarakat.

Rasulullah SAW bersabda:



“Nikahilah wanita-wanita yang bersifat

penyayang dan subur (banyak anak), karena aku akan berbangga-bangga

dengan (jumlah) kalian dihadapan umat-umat lainnya kelak pada hari

qiyamat.” (Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban, At Thabrany dan dishahihkan oleh

Al Albany)



4. Mendapat Kenyamanan



Tidak hanya faktor kepentingan agama

saja, ternyata menikah juga bertujuan untuk diri kita sendiri. Tujuan

tersebut untuk mendapatkan kenyamanan dan kedamaian dalam kehidupan di

dunia ini. Allah Ta’ala berfirman:



“Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia

menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa

nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda

bagi kaum yang berpikir” [Ar-Rum 21].



5. Membina Rumah Tangga Yang Islami & Menerapkan Syari’at



tujuan terakhir pernikahan dalam agama

Islam adalah untuk membia rumah tangga yang islami dan menerapkan

syari’at. Memang segala sesuatunya dimulai dari hal-hal yang kecil

terlebih dahulu. Maka masyarakat yang damai dan menjalankan ajaran Allah

juga berasal dari tiap-tiap keluarga yang damai dan menjalankan

perintah Allah. Allah SWT berfirman:



“Hai orang-orang yang beriman, jagalah

dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakaranya adalah

manusia dan batu; penjaganya mailakt-malaikat yang kasar yang keras,

yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada

mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim

6) 



Demikianlah ulasan mengenai lima tujuan

menikah dalam agama Islam. Sebagai kaum muslim, kita selayaknya

mengetahui apa tujuan dari sebuah perintah atau anjuran Allah dan

Rasulnya. Setelah mengetahuinya, ada baiknya untuk menjalankan amalan

tersebut agar mendapatkan keridhaan Allah SWT.



azr.



sumber : infomoeslim.com





sumber: keluargasakinahdotnet

Sains Membuktikan Bahwa Ayat Al Quran Mampu Pengaruhi Pertumbuhan Tanaman | Islam 1912

9:39:00 AM 0
Ayat Al Quran Terbukti Mampu Pengaruhi Pertumbuhan Tanaman. Buku ‘Sains dalam Al Quran’ yang ditulis Nadia Thayarah menjelaskan mengenai fakta menakjubkan ini.

Seorang profesor dan peneliti holtikultura dari universitas Umm Al Qura Makkah memiliki sejumlah hasil karya penelitian teoritis maupun praktis di bidang fisiologi tumbuhan. Ia sangat terkenal luas di seantero Timur Tengah, bahkan dunia internasional.




Sains Membuktikan Bahwa Ayat Al Quran Mampu Pengaruhi Pertumbuhan Tanaman
Tanaman Cabe Dalam Pot

Ia juga dikenal dengan sejumlah penemuannya yang spektakuler. Salah satunya mengenai bukti bahwa bacaan ayat Al Quran mempunyai pengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman.


Dalam buku tersebut disebutkan, Bahwa tumbuhan seperti benda-benda langit dan makhluk-makhluk Allah lainnya yang bisa merasa, mendengar, dan bereaksi positif maupun negatif terhadap pengaruh dan lingkungan di sekitarnya.


Peneliti melakukan serangkaian percobaan di laboratorium universitas pada tahun 1997. Dia membuat empat kotak berbahan plastik yang sama ukurannya, dan masing-masing diisi dengan sejumlah tanah yang ditanami bibit gandum dari jenis tertentu.


Bibit tanaman itu kemudian diberi pupuk dan diairi dengan kadar yang sama.


Berikutnya, peneliti meminta salah satu mahasiswanya untuk membacakan sejumlah Surah Al Quran, yakni Surah Yasin, Al-Fatihah, Al-Ikhlas, dan Ayat Kursi.


Mahasiswa membacakan surah tersebut dua kali seminggu untuk tanaman yang ada di kotak pertama.


Seorang mahasiswa lain yang lain ditugaskan membawa setangkai tanaman dua kali seminggu untuk dikoyak-koyak dan dipotong-potong tangkainya sambil diiringi kata-kata sumpah serapah yang tak patut diucapkan.


Satu mahasiswa lagi mendapat tugas memukul-mukul tanaman yang ada di kotak ketiga lalu membakar dan mencacah daun-daunnya sampai lumat. Itulah tiga sampel tanaman yang diperlakukan secara berbeda.


Peneliti tersebut melaporkan hasil temuannya bahwa bibit tanaman di kotak pertama yang dibacakan Al Quran, tumbuh dan berbuah 44 persen lebih baik daripada bibit tanaman yang dibiarkan tumbuh alami dan teratur di kotak keempat.


Selain itu, tanaman di kotak kedua yang didekatkan dengan perlakuan kasar dan di kotak ketiga yang diperlakukan tak sepatutnya tumbuh 33 persen lebih rendah dan kualitas buahnya 80% lebih buruk.


Maka jika seorang mukmin bercocok tanam sambil membaca Al Quran dengan jiwa yang tenang dan selalu mengingat Allah, insya Allah hasil pertaniannya pun akan berlimpah.


Ayat Al Quran mengungkap bahwa Bumi beserta semua yang ada di dalamnya pun bertasbih kepada Allah.


Langit yang tujuh, Bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun,” Surah Al-Isra’ Ayat 44. “Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya,” (QS. Ar Rahman : 6)



sumber: kabarmakkah.com

Teruntuk Suamiku, Aku Malu Jika Harus Meminta, Meskipun itu Hak-ku

5:21:00 PM 0






Teruntuk suamiku, terimakasih telah memberi nafkah halal padaku dan

anak-anak kita. Terimakasih atas pakaian yang kupakai ini, atas makanan

yang ku lahap setiap hari.”





Benar

saja, itu adalah kewajiban suami, namun baiknya memang istri selalu

bersyukur atas apa saja yang diberikan suami melalui rezeki yang halal,

dengan mengucapkan rasa syukurnya berterimakasih kepada suami.



Islam

telah menetapkan kewajiban nafkah keluarga ada di pundak suami

sebagaimana firman Allah dalam Quran Surah Al Baqarah ayat 233:

“…………..Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para

ibu dengan cara yang ma’ruf (baik).”



Karena

itu, nafkah istri menjadi tanggung jawab suami. Dan itu juga berarti

bahwa seorang istri tidak dibebani menanggung nafkah dirinya sendiri

apalagi keluarga.



Seorang

istri shalihah paham benar bahwa nafkahnya ditanggung oleh suami, dan

menjadi kewajiban suami untuk menafkahinya dengan cara yang ma’ruf.

Namun tahukah engkau wahai suami, bahwa istrimu memiliki rasa malu untuk

meminta kepadamu meski nafkah adalah hak istri dan kewajiban suami. 

Istrimu malu dan juga takut untuk meminta haknya karena ia menjaga

dirinya dari apa yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW,



“Allah

tidak akan melihat kepada seorang wanita yang tidak bersyukur kepada

suaminya, dan dia selalu menuntut (tidak pernah merasa cukup).” (Hr An

Nasa’i. Al Baihaqi).



Istri

shalihah tidak akan menuntut di luar kemampuan suaminya. Cukuplah bagi

istri sesuatu yang pantas dan sewajarnya, tidak perlu mewah, merk

terkenal atau mahal harganya.  Cukuplah sesuatu yang dapat memenuhi

fungsinya, karena sombong dan bergaya bukanlah tabiatnya.    Sederhana

dan qanaah telah menjadi penghias akhlaknya.



Karena

itu wahai suami, perhatikan penampilan istrimu. Dan segera penuhi

kebutuhan istrimu. Jangan menunggu istrimu memintanya, karena rasa malu

akan mencegahnya, juga kekhawatiran akan membebanimu.



Perhatikan keadaan istrimu.



Adakah pakaiannya mulai kusam,



sepatu sudah butut,



sandalnya sudah tipis,



atau tasnya tak layak.





Ajaklah istrimu untuk membeli kebutuhannya.  Atau berikanlah uang padanya untuk membelinya sendiri.



Tak

perlu kau tanya apakah mau beli sepatu dan sebagainya. Jika kau

bertanya, niscaya istrimu akan menolaknya dan menyarankan untuk

mengutamakan kebutuhanmu dan anak-anakmu.



Dan

jika kau memberi sesuatu, istrimu sungguh akan bersuka cita atas

perhatian yang kau berikan. Niscaya rasa cinta dan sayangnya padamu akan

makin bertambah besar karena kau mengakui keberadaannya.



Wahai suami, bermurah hatilah pada istrimu. Janganlah berlaku pelit terhadapnya.
ingatlah bahwa rezeki istrimu itu lewat suami.



Jika kau sering memberikan hadiah untuk kerabatmu dan kolegamu, ingatlah juga ada istri yang setia disampingmu.



Istri yang siap sedia membantumu meski tak ada belanja tambahan.



Istri yang mendampingimu saat senang maupun susah dan tak kenal lelah.



Apalagi

bila dirimu memiliki kelebihan rizki. Sesekali berikan hadiah untuk

istrimu. Belikanlah sesuatu yang pada umumnya disukai oleh para wanita,

apakah itu perhiasan meski hanya sebuah cincin atau gelang, sepasang

sepatu baru, tas tangan yang disukai istrimu, atau hanya sekedar makanan

kesukaannya. Hadiahmu akan sangat berarti baginya dan akan menambah

rasa cintanya padamu.



Wahai

suami, jangan lupakan kerabat istrimu, terutama ibu dan ayahnya. Jika

istrimu malu untuk meminta haknya, maka ia lebih malu lagi meminta

sesuatu untuk ibu dan ayahnya. Sebagai seorang anak, istrimu pun ingin

dapat memberikan sesuatu untuk orang tuanya sebagai tanda cinta dan

baktinya. Namun tak akan mudah terlaksana bila nafkahnya tergantung

kepadamu. Karena itu, tanpa istrimu meminta, berikanlah sebagian rizkimu

untuk mertuamu, melalui tangan istrimu.



Mertuamu

akan sangat berbahagia dan terkesan padamu menantu yang berbuat baik

kepada orang tua istrinya. Demikian juga, jangan lupakan kerabat istrimu

dengan mengutamakan kerabatmu sendiri.



Wahai

suami, jangan abaikan hal tersebut di atas, terlebih bila istrimu tidak

bekerja. Istri shalihah akan merasa ringan membelanjakan hartanya untuk

memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, meski ia tahu ia berada dalam

tanggungan nafkahmu. Ia juga tidak akan berat membelanjakan hartanya

untukmu dan anak-anakmu, terlebih dalam kondisi sempit.



Sementara

istri yang tidak bekerja, atau yang sudah berhenti bekerja. Mereka

tergantung sepenuhnya akan nafkah di tanganmu sebagai suaminya.  Dan

inilah yang ditetapkan Allah.  Karena itu, ingatlah selalu kewajiban

ini.



Kewajiban

nafkah harus ditunaikan sesuai dengan kemampuanmu, dan tanpa menunggu

permintaan istrimu. Istri shalihah selalu berusaha qanaah dan tidak

menuntut di luar kemampuanmu. Istri shalihah selalu berusaha mensyukuri

pemberian suaminya. Ingatlah, Allah akan meminta pertanggungjawabanmu

dalam menafkahi keluargamu kelak di Yaumil Akhir.  Ingatlah, sebaik-baik

suami adalah yang bersikap baik kepada istri dan keluarganya. Semoga

bermanfaat



Sumber : ummi-online.com





sumber: keluargasakinahdotnet

Ngeri, Dalam Lapas Nusakambangan, Aseng Bawa Masuk 1.2 Juta Ekstasi Ke Indonesia | Islam 1912

5:19:00 PM 0
Satuan Tugas Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 120 bungkus narkotika jenis ekstasi oleh sindikat jaringan internasional. Setelah dihitung, dari 120 bungkus tersebut, terdapat 1,2 juta butir ekstasi.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, penangkapan dilakukan pada 21 Juli 2017.



Ngeri, Dalam Lapas Nusakambangan, Aseng Bawa Masuk 1.2 Juta Ekstasi Ke Indonesia

“Jenis ekstasi dari Belanda sejumlah 120 bungkus dikemas dalam plastik aluminium dengan berat perbungkus 2,2 kilogram,” ujar Eko melalui keterangan tertulis, Senin (31/7/2017).


Setelah itu, polisi menangkap tersangka bernama An Liy Kit Cung alias Acung sebagai penerima di Kecamatan Paku Haji, Tangerang.


Usai diinterogasi, Acung mengaku dikendalikan oleh seorang narapidana di lembaga pemasyarakatam Nusakambangan bernama Aseng.


Aseng sendiri merupakan terpidana 15 tahun kasus sabu yang sudah ditahan di LP Nusakambangan ssejak 2014 lalu. Ternyata bilik penjara Nusakambangan tak membuat dia jera. Malahan, dia bermain lagi dari balik penjara. 1,2 Juta ekstasi dari Belanda dia kendalikan lewat kurir.


“Kemudian, pada tanggal 23 Juli, berhasil ditangkap tersangka Erwin sebagai kurir,” kata Eko.


Erwin ditangkap di kawasan Alam Sutra, saat mengantar 56 bungkus ekstasi atas perintah Aseng. Saat ini, Satgas Narkoba masih melakukan pengembangan untuk mengejar pelaku lainnya. Belum diketahui juga ke mana saja paket tersebut akan diedarkan.


Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto mengatakan pihaknya akan memeriksa Aseng di Nusakambangan. Aseng diduga sebagai pengendali sindikat 1,2 juta butir ekstasi asal Belanda.


Polisi saat ini sedang menunggu surat balasan dari Direktorat Jenderal Permasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang berisi izin kepada polisi untuk memeriksa Aseng.


“Yang tahu jalur (masuknya 1,2 juta butir) ekstasi adalah Aseng. Kami sudah buat surat ke Dirjen Permasyarakatan Kemenkumham untuk kiranya diberikan akses untuk bertemu yang bersangkutan,” kata Eko di gedung Rupatama, Mabes Polri, Jalan Trumojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/8/2017).


Eko menjelaskan keputusan penyidik memeriksa Aseng di lapas didasari pertimbangan keamanan dan keselamatan polisi ataupun Aseng sendiri. Eko menilai polisi mengambil terlalu banyak risiko jika Aseng dibawa keluar dari area lapas.


“Nanti kami periksa di ruang kalapas-nya. Pertimbangannya apa di Nusakambangan? Kami tidak ingin hal-hal yang berisiko terjadi. Misalnya dalam perjalanan, dia mencoba kabur atau membahayakan anggota,” ucap Eko.


Jika dalam satu-dua hari ke depan penyidik mengantongi surat izin dari Ditjen Pas Kemenkumham, tambah Eko, para penyidik akan bertolak ke Nusakambangan pada Rabu (9/8) pekan depan.


“Kalau dalam waktu sehari, dua hari, surat rekomendasi kami untuk memeriksa Aseng keluar, insyaallah Rabu penyidik akan berangkat ke Cilacap untuk memeriksa tersangka,” ucap Eko.



sumber: kabarmakkah.com

Apa Hukumnya Bila Wanita Tidak Mengganti Hutang Puasa Tahun Lalu ??? Inilah Jawabanya" Tolong Sebar Yaaaaa...

3:54:00 PM 0





Tidak

merasa bln. ramadhan tinggal mengkalkulasi hari. Bln. dimana kita mesti

menahan lapar, dahaga dan udara nafsu sepanjang sebulan penuh akan Umat

Islam lakoni dan segudang pahala menanti.



Namun

untuk wanita pastinya akan ada waktu dimana puasa wanita dewasa tidak

bisa dikerjakan dengan cara penuh.Ada banyak factor, satu di antara

alasan karena fase m3nstrv4s1 yang dihadapi sebulan sekali. Selain itu,

umumnya wanita juga membatalkan puasa lantaran tengah h4mil, m3nyvsvi

atau tengah dalam perjalanan.



Walaupun

bisa membatalkan puasa, tetapi tetap masih ada keharusan untuk ganti

pada hari di luar Ramadhan. Walaupun itu dengan adanya banyak kesibukan

terkadang wanita lupa ganti puasa sampai Ramadhan th. yang baru sudah

didepan mata?



Bagaimana

pandangan Islam apabila wanita tidak ganti utang puasa th. lantas?

Tersebut penuturannya.Tidak bisa dipungkiri apabila wanita saat saat ini

dipenuhi dengan berbagai kesibukan yang begitu mengambil alih saat.



Tanpa

ada diakui ternyata bln. sudah masuk Sya’ban dan sebentar lagi masuk

Ramadhan. Namun sayangnya keharusan puasa yang batal di th. lantas juga

tidak kunjung diganti.



“Ternyata

hal sejenis ini jadi perhatian serius yang harusnya di kenali. Pasalnya

utang puasa seperti utang uang atau barang yang butuh dilunasi. Apabila

kita tidak melunasi utang uang atau barang, yang kita hadapi yaitu

manusia, namun masalah jika utang itu yaitu puasa Ramadhan, jadi yang

akan kita hadapi yaitu Sang Maha Pencipta, Allah SWT di akhirt nantinya.



Wanita dapat meninggalkan puasa harus apabila Ia alami kondisi yg tidak sangat mungkin untuk melanjutkan puasanya.



Namun

Ia masihlah mesti ganti atau mengqadha puasanya pada beberapa bln. yang

lain. Ada dua kondisi dimana wanita belum membayar utang puasa th.

lantas.



1 Pertama karena alasan sakit, sakit permanen



yg tidak bisa sembuh, atau memanglah punya niat mengulur-ulur saat hingga kewajiban membayar utangnya terlewati.



Menurut

pendapat Abu Hanifah dan Ibnu Hazm apabila seorang punya niat

mengakhiri utang puasa sampai datang Ramadhan kemudian jadi dia tetaplah

mesti mengqodho’ puasa itu diikuti dengan taubat.



Namun,

Imam Malik dan Imam Asy Syafi’i mengemukakan kalau bila dia

meninggalkan qodho’ puasa dengan berniat, jadi di samping mengqodho’

puasa, dia juga memiliki keharusan berikan makan orang miskin untuk

sehari-hari yang belum diqodho’.



Pendapat berikut yang lebih kv4t seperti difatwakan oleh sebagian sahabat seperti Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.



Hal sama saja disibakkan oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz, ketua Lajnah Ad Da’imah (komisi fatwa Saudi Arabia).



Menurut

dia, orang yg tidak mengqadha puasa mesti bertaubat pada Allah

subhanahu wa ta’ala dan dia mesti berikan makan pada orang miskin untuk

sehari-hari yang ditinggalkan dan masihlah butuh menqodho’ puasanya.



Ukuran

makanan untuk orang miskin yaitu 1/2 sha’ Nabawi dari makanan pokok

negeri itu (kurma, gandum, beras atau semacamnya) serta ukurannya yaitu

sekitaran 1, 5 kg sebagai ukuran pendekatan.



 Dan

tidak ada kafaroh (tebusan) diluar itu. Perihal ini pula yang

difatwakan oleh beberapa teman dekat radhiyallahu ‘anhum seperti Ibnu

‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.



2. Ia terpaksa sekali tidak membayar utang puasa karena ada udzur 



seperti

sakit atau bersafar, atau pada wanita lantaran h4mil atau m3nyvsvi dan

susah untuk berpuasa, jadi tidak ada keharusan buat mereka terkecuali

mengqodho’ puasanya saja.



Jadi

bisa di ambil rangkuman apabila wanita meninggalkan utang puasa hingga

masuk ke Ramadhan selanjutnya jadi Ia mesti bertaubat pada Allah dengan

mengqodho’ puasa, dan mesti berikan makan (fidyah) pada orang miskin,

untuk sehari-hari puasa yang belum ia qodho’.



Namun

apabila memiliki udzur (seperti karena sakit atau m3nyvsvi hingga sulit

menunaikan qodho’), jadi dia tunda qodho’ Ramadhan hingga Ramadhan

selanjutnya, jadi dia tidak memiliki keharusan terkecuali mengqodho’

puasanya saja.




sumber: keluargasakinahdotnet

Jangan Lakukan Ini Saat Berhubungan, Meski Sudah Sah Menjadi Suami Istri!!1 HaraM

3:53:00 PM 0







Ini Saat Berhubungan



Wajib Tahu: Jangan Lakukan Ini Saat Berhubungan, Meski Sudah Sah Menjadi Suami Istri





1. Masuk Lewat Jalur Belakang
Artinya

seorang suami tidak diperbolehkan untuk menggauli dengan melalui dubur

sang istri. Allah pun melaknat perbuatan orang yang melakukan hal

tersebut.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi

Wasallam bersabda, “Benar-benar terlaknat orang yang menggauli istrinya

di duburnya.” (HR Ahmad dengan sanad Hasan)



2. Merapat Di Lapangan Merah






Maksud perkataan siraman tersebut adalah




larangan

bagi seorang suami untuk menggauli sang istri pada masa haidnya. Al

Quran sendiri menyatakan bahwa haid merupakan darah kotor dan haram

hukumnya bagi seorang suami melakukan hubungan pada masa itu.

Rasulullah pun memberikan penjelasan terhadap firman Allah tersebut dalam hadistnya.
“Barang siapa yang menggauli wanita haid atau menggauli wanita di duburnya, maka ia


telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu A’laihi Wasallam.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)


3. Merapat Pada Lapangan Merah Kedua
Maksudnya

adalah selain haram mendekati istri pada masa haid, seorang suami juga

dilarang menggauli istrinya pada masa nifas. Nifas adalah masa keluarnya

darah setelah melahirkan.

Adapun darah yang keluar saat nifas

sama dengan haid yaitu sama-sama kotor dan menjadikan seorang wanita

terkena hukum hadast besar dan wajib mandi besar setelah berakhirnya.



4. Melakukan Oral S*ks Tanpa Batasan
Beberapa

ulama memperbolehkan pasangan suami istri melakukan hubungan secara

oral s*ks. Namun tentunya ada batasan yaitu selama hal tersebut hanya

sebagai sebuah pemanasan dan tidak menelan madzi yang dianggap sebagai

suatu najis oleh para ulama.

Sementara itu ada juga ulama yang

melarangnya dengan alasan takut jika madzi tertelan dan perbuatan

tersebut juga dirasa kurang terhormat.

Akan tetapi secara umum, para ulama sepakat untuk melarang oral s*ks tanpa batasan, bahkan menelan madzi.


5. Menelan Madzi Atau Sperma
Meski

anggap bukan najis dan berbeda dengan madzi, namun sperma yang keluar

dari seorang suami haram tertelan. siraman. Apalagi madzi yang sudah

jelas najis dan harus dijauhi.



Demikian

beberapa hal yang harus para suami istri ketahui karena sesungguhnya

syariat yang Allah buat tidak hanya semata-mata tentang ibadah ataupun

muamalah saja. Melainkan mencakup segala hal, bahkan pada hal yang tabu

sekalipun untuk dibicarakan. Wallahu A’lam





sumber: keluargasakinahdotnet

Perbuatan Ini Dilaknat Allah dan Rasul-Nya! Tapi Para Wanita Menganggap "Sepele" dan Rajin Melakukannya

3:52:00 PM 0





Nampaknya banyak diantara para wanita yang belum mengerti tentang hal-hal apa saja yangg dilarang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini. Mungkin ada yang sudah mengetahuinya, namun masih ada yang menganggapnya sepele dan akhirnya larangan Allah ini pun diterjang oleh mereka.


Terkadang mereka yang sudah berjilbab secara syar’i pun masih melakukannya. Padahal, perbuatan ini bukan hanya diharamkan oleh Allah, namun juga diancam dengan ancaman yang mengerikan. Sebuah laknat yang kadarnya disamakan dengan zina.



 
Larangan itu ialah : memakai parfum ketika keluar rumah. Apalagi jika tujuannya agar aroma parfum tersebut tercium oleh lelaki yang bukan suaminya.


Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:




أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ



“Wanita mana saja yang memakai parfum kemudian lewat pada suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina” (HR. An Nasa’i)



أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِقَوْمٍ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ



“Wanita mana saja yang memakai parfum lalu melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina” (HR. Ahmad)


Terkadang, ketika diingatkan agar tidak menggunakan parfum saat keluar rumah, umumnya wanita akan berdalih dengan beberapa alasan seperti berikut.


“Daripada bau tidak sedap”,


“Agar tidak mengganggu orang lain dengan bau keringat”, dan alasan lain yang tetap saja bila dilakukan akan mengundang laknat Allah dan rasul-Nya.


Lalu bagaimana solusinya agar alasan-alasan itu terselesaikan tanpa melanggar larangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?


Ustadz Agung Cahyadi, Lc, MA –pakar fikih dari Surabaya- merekomendasikan, wanita yang ingin menjaga badan agar tidak bau, saat ini bisa menggunakan media-media selain parfum yang menimbulkan bau wangi.


Ada yang berupa penghilang bau badan, ada yang berupa penghilang bau mulut. Namun tetap tidak boleh yang berupa parfum atau wangi-wangian ketika keluar rumah.


Semoga jadi pelajaran buat para wanita muslimah


Wallahu a’lam bish shawab.





sumber: keluargasakinahdotnet

Perbuatan Ini Dilaknat Allah dan Rasul-Nya! Tapi Para Wanita Menganggap "Sepele" dan Rajin Melakukannya

3:51:00 PM 0





Nampaknya banyak diantara para wanita yang belum mengerti tentang hal-hal apa saja yangg dilarang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini. Mungkin ada yang sudah mengetahuinya, namun masih ada yang menganggapnya sepele dan akhirnya larangan Allah ini pun diterjang oleh mereka.


Terkadang mereka yang sudah berjilbab secara syar’i pun masih melakukannya. Padahal, perbuatan ini bukan hanya diharamkan oleh Allah, namun juga diancam dengan ancaman yang mengerikan. Sebuah laknat yang kadarnya disamakan dengan zina.



 
Larangan itu ialah : memakai parfum ketika keluar rumah. Apalagi jika tujuannya agar aroma parfum tersebut tercium oleh lelaki yang bukan suaminya.


Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:




أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ



“Wanita mana saja yang memakai parfum kemudian lewat pada suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina” (HR. An Nasa’i)



أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِقَوْمٍ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ



“Wanita mana saja yang memakai parfum lalu melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina” (HR. Ahmad)


Terkadang, ketika diingatkan agar tidak menggunakan parfum saat keluar rumah, umumnya wanita akan berdalih dengan beberapa alasan seperti berikut.


“Daripada bau tidak sedap”,


“Agar tidak mengganggu orang lain dengan bau keringat”, dan alasan lain yang tetap saja bila dilakukan akan mengundang laknat Allah dan rasul-Nya.


Lalu bagaimana solusinya agar alasan-alasan itu terselesaikan tanpa melanggar larangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?


Ustadz Agung Cahyadi, Lc, MA –pakar fikih dari Surabaya- merekomendasikan, wanita yang ingin menjaga badan agar tidak bau, saat ini bisa menggunakan media-media selain parfum yang menimbulkan bau wangi.


Ada yang berupa penghilang bau badan, ada yang berupa penghilang bau mulut. Namun tetap tidak boleh yang berupa parfum atau wangi-wangian ketika keluar rumah.


Semoga jadi pelajaran buat para wanita muslimah


Wallahu a’lam bish shawab.





sumber: keluargasakinahdotnet