Mengapa Ada Orang Yang Giginya Mudah Berlubang?

2:10:00 AM 0
Teorinya, jika kita rajin menyikat gigi maka kita akan terhindar dari gigi berlubang. Tapi kenyataannya tidak demikian. Kebersihan gigi memang harus dijaga, tapi itu bukan segalanya untuk melindungi gigi dari gigi berlubang.

 Faktor lain pengaruhnya tak kalah besar dalam kesehatan gigi adalah pola makan dan DNA.

"Menyikat gigi atau memakai benang gigi adalah mantra yang dipakai sejak dahulu oleh dokter gigi. Tapi jika kita melihat pada hasil studi klinis, hanya sedikit penurunannya pada risiko gigi berlubang," kata dokter gigi Page Caufield, yang meneliti tentang kerusakan gigi.

Dengan kata lain, menurut Caufield, menyikat gigi dan memakai benang giti secara teratur tidak akan mencegah gigi berlubang.

Penyebab utama gigi berlubang adalah gula. "Kerusakan gigi sangat terkait dengan konsumsi gula. Jika kita membatasi atau menghindari gula, maka kita akan terhindar dari gigi berlubang," katanya.

Gigi berlubang adalah akibat tiga faktor yaitu: pertumbuhan bakteri, gula dalam makanan dan permukaan gigi yang rentan. Bakteri di dalam mulut akan mengubah sebagaian gula dan karbohidrat yang makan menjadi asam. Bakteri dan asam yang dibentuk menjadi endapan lengket yang disebut plak gigi.

Erosi yang ditimbulkan plak akan menciptakan lubang-lubang kecil pada permukaan email, yang awalnya tidak terlihat.  Begitu email berhasil ditembus, dentin di bawahnya yang lebih lunak ikut terkena.

Walau demikian, menyikat gigi dan memakai benang gigi setelah makan bisa menurunkan risiko gigi berlubang.

Selain pola makan, rentan tidaknya seseorang mengalami gigi berlubang juga dipengaruhi faktor genetik. Hampir sepertiga gigi berlubang terjadi karena bentuk gigi dan jumlah saliva (air liur) kita.


Sumber : Kompas

Menginap di Ruang Bawah Tanah Bekas Makam, Berani?

1:39:00 AM 0
Jika mendengar kata hotel, maka sekilas yang terbesit di pikiran adalah tentang kamar yang diisi oleh ranjang empuk, kamar mandi yang mewah, lampu yang terang, hingga pendingin ruangan yang menawarkan kenyamanan. Namun di salah satu negara bagian Amerika Serikat, Maine, memiliki konsep yang berbeda bahkan tergolong aneh.

Dikutip dari CNN Travel, sebuah hotel di Maine menawarkan penginapan berupa ruangan bawah tanah yang sebelumnya merupakan makam seorang pastor Katolik yang "tinggal" di sana selama lebih dari 100 tahun. Makam bawah tanah tersebut berada di sebuah hotel butik yang baru saja dibuka, Inn at The Agora. Hotel ini menempati sebuah bangunan yang tadinya adalah rumah pastoran.

Sang pemilik, Andrew Knight, mengklaim bahwa tempat tersebut menjadi yang pertama di Amerika Serikat, bahkan dunia, sejak dibuka pada 1 Agustus 2015. Ruang bawah tanah ini dilengkapi televisi dengan pilihan 60 film horor klasik, ruang keluarga, ruangan bersantai, dan juga diisi peti mati dari kayu pinus yang berukuran cukup untuk dua orang. 



Sebuah makam dengan bentuk asli tapi ditambahkan dengan unsur-unsur kenyamanan. Terdapat televisi berukuran 32 inchi dan 60 film horor yang terseleksi dan karena beberapa alasan, tamu tidak dapat menginap. 

 Legenda dari bawah tanah

Namun sulit untuk mencoba bermalam di ruang bawah tamu ini. Sebab tamu harus check-out pada pukul 02.00 dini hari. Bukan karena takut bakal dihantui oleh makhluk halus. Namun, adanya risiko gangguan fisik.

Ruang bawah tanah ini tidak memiliki toilet. Sehingga ruangan ini bertujuan untuk hiburan semata. Jadi tamu tetap harus memesan kamar di hotel utama.

Selain itu, pihak hotel juga menawarkan paket tur horor termasuk ziarah ke Bangor, rumah bagi sang pengarang kenamaan novel horor dan pembunuhan, Stephen King. Tamu juga diberikan pilihan untuk menikmati "makanan terakhir" yang disajikan pada tengah malam.

Tarif menginap di hotel ini lumayan mahal. Sekitar 299 dolar AS untuk merasakan sensasi menginap di makam, belum tambahan biaya menginap di kamar hotel yaitu mulai dari 140 dollar AS. 




Sumber : CNN travel 

Mana yang Lebih Sehat? Pensiun atau Tetap Bekerja

1:10:00 AM 0
Ketika kita masih dalam usia produktif dan aktif bekerja, kita sering mengeluh dan berharap memiliki waktu santai lebih banyak. Tetapi saat memasuki usia pensiun, sebenarnya yang lebih berdampak bagi kesehatan tubuh adalah tetap aktif bekerja.

Orang lanjut usia yang tetap bekerja ternyata lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang memilih untuk pensiun. Demikian menurut kesimpulan studi yang melibaktan 83.000 orang Amerika berusia 65 tahun ke atas.

Tidak bekerja dianggap berdampak buruk bagi kesehatan, jauh lebih buruk dibandingkan faktor negatif lain seperti merokok atau obesitas. Tapi, memang tidak bisa dianggap juga orang yang bekerja sudah pasti sehat.

"Tentu saja orang yang tidak sehat akan memilih pensiun. Tapi jika kita masih sanggup bekerja, lebih baik bekerja karena bisa membuat tubuh dalam kondisi sehat," kata Jay Olshansky, profesor dan juru bicara American Federation of Aging Research.

Dalam penelitian itu terungkap, pekerjaan yang lebih banyak membutuhkan pekerjaan fisik, seperti dalam bidang jasa, ternyata lebih menyehatkan. Biasanya mereka akan terhindar dari kondisi yang menyebabkan batasan pada fungsi gerak.

Dengan bekerja lansia juga akan memiliki penghasilan untuk membiayai kesehatan. Mereka juga memiliki kehidupan sosial yang lebih aktif dibandingkan rekannya yang sudah pensiun. 





Sumber : Kompas