Inilah Kelima Telaga Cantik di Dieng

5:00:00 PM 0
Propinsi Jawa Tengah identik dengan area yang mayoritas berlokasi di dataran rendah. Namun, jika menyangkut daerah dataran tinggi, kita tidak bisa melupakan Dieng. Kawasan dataran tinggi ini kerap disebut sebagai “atap Jawa Tengah”. 


Dieng mempunyai ketinggian topografi yang bervariasi, yaitu hingga sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut.
 
Selama ini, banyak orang mengenal Dieng sebagai dataran tinggi dengan tanaman perkebunan yang menghijau dan berhawa dingin. Kabut menyelimuti wilayah ini pada waktu pagi dan sore. Karena berlokasi pada dataran tinggi, hawanya pun sangat dingin. Anda perlu mengenakan jaket atau pakaian hangat lain jika tengah berkunjung ke Dieng.

Dieng juga tergolong sebagai kawasan wisata di Jawa Tengah. Anda bisa mengunjungi beragam candi dan kawah-kawah yang terbentuk dari aktivitas vulkanik gunung berapi. Namun, keelokan Dieng tidak sebatas candi dan kawah. Anda juga bisa menemukan beragam telaga cantik di sana. Mari kita intip satu per satu untuk menyingkap keindahan telaga di Dieng.


Telaga Warna

Inilah salah satu telaga yang paling dicari di Dieng. Telaga ini mempunyai panorama yang menawan karena berlatar perbukitan yang menghijau. Keindahan akan semakin terasa ketika matahari bersinar cerah, dan membuat paduan birunya langit dan hijaunya perbukitan menjadi lebih dramatis.

Ditambah lagi dengan efek nuansa merah, keunguan, putih, hijau, dan biru. Tampilan telaga Warna ini sungguh mengundang decak kagum. Permukaan warna telaga yang berubah-ubah inilah yang paling banyak dicari wisatawan. Konon, kandungan sulfur atau belerang yang cukup tinggi membuat warna telaga ini menjadi beragam saat tertimpa cahaya matahari.


Telaga Pengilon

Kata “pengilon” dalam bahasa Jawa berarti cermin. Jadi, jika dilihat dari arti katanya, Telaga Pengilon bisa diartikan sebagai “telaga cermin”. Tentunya sebutan ini bukan tanpa alasan. Sebutan “pengilon” memang pas untuk melukiskan telaga ini.

Telaga Pengilon mempunyai air yang biru jernih, seolah memantulkan bayangan dari birunya langit. Begitu jernihnya, sampai-sampai telaga ini seolah seperti cermin yang bening dan berkilau ketika tertimpa cahaya matahari. Rerumputan hijau seperti rawa-rawa seolah membingkai “cermin” ini.


Telaga Merdada


Inilah salah satu telaga terbesar di Dieng. Telaga Merdada lebih dikenal sebagai sumber air bagi pertanian di sekitar Dieng. Selain itu, kawasan Telaga Merdada juga kondang sebagai kawasan wisata populer di Dieng. Jika tertarik untuk menyaksikan keindahannya, Anda bisa menyewa perahu untuk mengitari danau cantik ini. Anda juga bisa memancing ikan di danau ini.




Telaga Cebong

“Cebong” dalam bahasa Jawa berarti anak katak. Nama telaga ini memang agak unik. Namun, Anda jangan membayangkan bahwa telaga ini dihuni banyak katak sehingga terkesan menjijikkan. Sebaliknya, panorama di telaga ini tidak kalah cantik dengan danau-danau lainnya.

Telaga Cebong berlokasi di bawah Bukit Sikunir. Sikunir biasanya menjadi lokasi wisatawan untuk menyaksikan panorama matahari terbit di Dieng. Jadi, bisa dibayangkan, Anda akan menyaksikan sebuah telaga dengan latar perbukitan hijau dan petak-petak perkebunan yang elok.


Telaga Menjer

 

Keistimewaan telaga ini tidak hanya pada airnya yang jernih. Telaga yang berlokasi di ketinggian 1.300 di atas permukaan laut ini mempunyai sisi yang bersentuhan langsung dengan suatu tebing yang tinggi. 

Pahatan alam membuat tebing tersebut menjadi semacam “dinding” yang membatasi telaga. Untuk menikmati keindahannya, Anda juga bisa menaiki perahu di sini.


Ruas jalan menuju Dieng memang tidak mudah dilalui. Daerah yang sebagian kawasannya berada di Wonosobo dan Banjarnegara ini mempunyai topografi berbukit-bukit. Ruas jalan yang turun-naik dengan kelokan-kelokan tajam bukanlah kejutan. Meskipun demikian, pemandangan indah berupa perbukitan menghijau oleh tanaman perkebunan menjadi pemandangan yang lekat dalam ingatan.



Sumber : Kompas


WOW !! Jembatan Transparan Tertinggi di Dunia

5:30:00 PM 0
Salah satu fungsi jembatan untuk menghubungkan dua tempat yang terpisahkan oleh jurang dalam maupun sungai. Jembatan pada umumnya terbuat dari material kayu, bambu, beton, hingga baja. 

Namun bagaimanakah jika terbuat dari kaca dan memiliki rekor sebagai jembatan "terpanjang dan tertinggi" di dunia?


Dikutip dari CNN Travel, Tiongkok akan memiliki jembatan kaca terpanjang dan tertinggi di dunia. Jembatan kaca ini berlokasi di Zhangjiajie, sebuah taman nasional di Provinsi Hunan. Jembatan ini terbentang di dua tebing pada kawasan Zhangjiajie Grand Canyon sepanjang 430 meter dan lebar 6 meter. Jembatan kaca ini hadir di ketinggian 300 meter.

Jika dibandingkan, Grand Canyon Skywalk di Amerika Serikat hanya memiliki panjang 21 meter dan terbentang di ketinggian 219 meter dari dasar tebing. Sementara Jembatan Gletser di Kanada yang dibuka tahun lalu hanya memiliki panjang 35 meter dan 300 meter dari dasar tebing.



Jembatan kaca ini dirancang oleh arsitek berkebangsaan Israel, Haim Dotan. Ia juga merupakan orang di balik acara “Expo 2010 Shanghai Israel Pavilion”. Dotan mengatakan bahwa jembatan ini akan menyajikan tempat untuk peragaan busana dan dapat menampung 800 orang sekali menyeberang.

Jembatan Grand Canyon di Zhangjiajie juga akan menawarkan “Bungee Jump” tertinggi di dunia. Jembatan ini akan memecahkan rekor yang telah diraih Tower Macau dengan tinggi 233 meter.
 
Zhangjiajie merupakan tempat yang dirancang untuk para wisatawan dengan luas 56 kilometer persegi di dalam “Wulingyuan Scenic Area”.  Area wisatawan ini telah dibuka sejak tahun 2009 dan dianggap menjadi tempat yang menginspirasi tempat yang indah di film Avatar (2009) karya James Cameron.



Sumber : Kompas (CNN Travel)


Yummy, Nikmatnya Makan Pohon Kaktus ala Meksiko

6:00:00 PM 0
Kaktus mungkin sudah tidak asing lagi di benak masyarakat sebagai salah satu jenis tanaman yang hidup di gurun pasir atau bisa juga kita temui sebagai tanaman hias mini. 

Selain sebagai tanaman, ternyata kaktus juga bisa dijadikan sebagai bahan makanan. Tak tanggung-tanggung, ternyata di Meksiko bahkan kaktus masuk dalam tiga bahan penting dalam membuat makanan lho.

“Bahan utama itu jagung, kami punya 10 sampai 15 clans jagung. Kedua itu cabai, ketiga kaktus, that’s the most important,” ujar chef asal Meksiko, Julio Ortega, di Hotel Gran Melia Jakarta, Senin (25/5/2015).

 
Jenis kaktus yang digunakan dalam masakan Meksiko adalah Nopale. Pemilihan kaktus pun tidak bisa sembarangan. Sebab, tidak semua kaktus bisa untuk dimakan.

“Kaktus ini berbeda dengan kaktus Amerika, kandungan garam dan airnya berbeda, jadi itu (kaktus Amerika) tidak bagus untuk dimakan,” lanjut Julio.

Diakui dia, sebanyak 90 persen penduduk Meksiko menjadikan Nopale sebagai makanan mereka. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan, sebab kaktus memiliki beberapa khasiat yang ternyata baik untuk tubuh.

“Kaktus itu kaya seperti aloe vera dan kaktus punya banyak serat yang bagus untuk perut kita,” jelasnya.

Nopale biasanya dapat dijadikan beragam jenis hidangan mulai dari makanan pembuka, makanan utama, salad, dan juga isian tortilla. Sebelum diolah ke berbagai hidangan tersebut, Nopale akan dicuci terlebih dahulu menggunakan garam untuk selanjutnya direbus. Hal ini dilakukan untuk merontokkan duri-duri yang terdapat di permukaan Nopale.

Sementara untuk rasa, Nopale ini memiliki perpaduan rasa asam dan juga asin seperti halnya asinan acar. Ketika digigit, Nopale memberikan tekstur renyah dan memiliki cairan seperti gel persis seperti lidah buaya.







Mau Kuliner Ikan Hiu? Baca Ini Dulu !

5:00:00 PM 0
Beberapa waktu lalu, masyarakat khususnya para pegiat lingkungan sempat dihebohkan dengan tayangan kuliner Tongseng Hiu di salah satu televisi swasta Indonesia. 

Protes keras bergulir lantaran hiu saat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi mengingat keberadaannya yang sudah terancam punah.

“Ini sangat disesalkan karena di tengah ramainya kampanye untuk melestarikan hiu dengan tidak mengonsumsi sirip hiu, justru menayangkan tongseng hiu yang bisa merangsang pemirsa untuk mencoba tongseng tersebut,” ungkap Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF Indonesia, Nyoman Iswarayoga, saat dihubungi Kompas Travel, Jumat (15/5/2015).

Dengan meningkatnya keinginan masyarakat untuk mengonsumsi hiu maka hal ini akan meningkatkan perburuan hiu di laut. Hal itu tentu akan membuat populasi hiu di laut semakin menipis. Padahal, konsumsi hiu, lanjut Nyoman, pada dasarnya tidak menimbulkan keuntungan bagi manusia.

“Lebih banyak kepada prestise, itu sebuah barang yang susah untuk didapat dan berharga mahal sehingga itu menjadi suatu kebanggaan bagi yang mengonsumsinya,” jelas Nyoman.
Selain tidak memiliki manfaat khusus, mengkonsumsi ikan hiu justru berpengaruh kepada kesehatan. Sebab, dalam ikan hiu terdapat kandungan merkuri berlebih yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Nyoman menjelaskan, berdasarkan pemberitahuan dari Badan Pengawasan Obat dan makanan (BPOM) pada 2009 lalu, hiu mengandung merkuri paling tinggi yang mencapai 1 – 4 ppm.

Kandungan merkuri yang tinggi tentu berdampak pada kesehatan manusia, salah satunya terhadap janin. Kandungan merkuri tinggi dapat menembus plasenta sehingga menimbulkan gangguan sistem saraf dan perkembangan janin. Tak hanya itu, merkuri juga dapat mengganggu sistem syaraf, juga mengganggu fungsi hati, ginjal, dan organ lainnya.

Maraknya pengonsumsian hiu juga tak lepas dari mitos yang mengatakan sirip hiu memiliki fungsi besar untuk menambah vitalitas dan kemampuan seksual. Padahal, menurut pendiri ProFauna, Rosek Nursahid, hal tersebut merupakan mitos belaka berdasarkan data yang ia dapatkan.

“Sirip hiu masih diminati sebagai makanan berkelas, namun data terbaru menyebutkan bahwa mengkonsumsi sirip hiu itu justru bisa mengancam kemandulan pria,” jelas Rosek.

Senada dengan Nyoman dan juga Rosek, pemerhati konservasi alam dan mantan pembawa acara program perjalanan, Riyanni Djangkaru turut menyayangkan konsumsi ikan hiu yang sampai saat ini masih dilakukan beberapa pihak. Sebab, selain berdampak buruk bagi kesehatan, mengkonsumsi hiu juga turut andil merusak ekosistem yang ada.

“Peran dia (hiu) di lautan itu sebagai dokter laut salah satunya, maka dia memakan ikan-ikan yang sakit jadi dimakanin sama dia,” kata Riyanni.

Lebih lanjut Riyanni menjelaskan, spesies ikan pemburu di laut umumnya hanya bisa memakan ikan lain yang terletak satu tingkat atau beberapa tingkat di bawahnya sesuai dengan piramida ekosistem. Namun, keistimewaan hiu bisa memakan hingga spesies-spesies lain jauh di bawah letak piramida.

“Hiu itu bisa makan jauh banget dari tingkat paramidanya dia, dengan begitu dia menjaga stabiilitas dari masing-maisng spesies,” sambungnya.

Dengan upaya terus menghimbau masyarakat akan bahayanya mengkonsumsi hiu tak hanya bagi kesehatan, tetapi juga bagi lingkungan, para pegiat lingkungan ini berharap masyarakat luas bisa paham alasan-alasan mengapa hiu tak layak dikonsumsi. Di samping itu, Riyanni menambahkan fungsi khusus para “dokter laut” tersebut yang ternyata berdampak luas bagi kehidupan.

“Justru yang harus diperhatikan justru spesie-spesies yang tugasnya menjaga variasi ikan dan memberi pemasukan juga buat nelayan, memberi variasi untuk kita juga yang makan, dan masukan buat negara,” tutupnya.

 
Sumber : kompas



Berita Terkait

Kuliner Ekstrim Tongseng Hiu dari Kudus

Bagi penyuka kuliner ekstrim, ada sebuah kedai di Kudus, Jawa Tengah, yang menyediakan menu berbahan dasar ikan hiu. Kedai bernama Kedai Griya Wisata Kuliner ini mengklaim, kuliner berbahan dasar ikan predator ini juga berkhasiat mempercepat penyembuhan berbagai macam penyakit berat. Seperti apa?

Jari jemari Kundari (37), terlihat cekatan melumuri sekujur tubuh ikan hiu yang baru dikeluarkannya dari lemari pendingin dengan air perasan jeruk nipis. Setelah itu, hiu putih dengan berat sekitar 2 kilogram itu dibiarkannya sekitar 5 menit.

 

Setelah itu, ia pun mengerok kulit hiu itu dengan pisau. Setelah kulit luar hiu terkelupas, Kundari melumuri lagi dengan perasan air jeruk nipis.

"Cara ini efektif agar agar bau amisnya hilang dan kulit hiu tidak kasar saat dimasak," kata Kundari saat ditemui, di Jalan Kudus - Jepara Km 3 - Garung Lor, Kudus, Jawa Tengah.

Ikan hiu itupun dipotongnya menjadi beberapa bagian. Bagian kepala dikumpulkan dengan sirip serta ekor. Beberapa bagian ini biasanya diolah menjadi sup.

Sedangkan, bagian tubuh hiu lainnya bisa diolah dengan menjadi beberapa menu makanan. Seperti tongseng, goreng, atau pepesan.

Ditanya soal bahan yang dibutuhkan, menurut Kundari, tak berbeda dengan menu makanan pada umumnya. Hanya yang berbeda cara pengolahannya agar kuliner yang disajikan cocok di lidah.

"Eksperimen untuk membuat kuliner serba hiu ini terus saya lakukan setahun terakhir. Setelah cocok baru saya buka untuk umum," jelasnya didampingi sang suami, Sudarmo.

Inspirasi membuat kuliner berbahan dasar hiu muncul tak sengaja. Saat itu, Kundari yang hobi jalan-jalan ini mampir ke tempat pelelangan ikan yang ada di Jepara. Di tempat itu, terdapat beragam ikan hasil tangkapan nelayan.

Termasuk ikan hiu yang secara tak sengaja tertangkap jaring nelayan. Ternyata para nelayan hanya mengambil sirip hiu, sedang bagian tubuh lainnya diolah dengan cara diasapi. Dan jika dijual ikan asap hiu pun dihargai dengan nominal yang tergolong murah.




sumber : sindonews , pbs.twimg.com

Hotel Predikat Terbesar di Dunia Akan Hadir di Mekkah

5:30:00 PM 0
Hotel dengan predikat terbesar di dunia akan hadir di Mekkah, Arab Saudi. Dengan 12 menara, 10.000 kamar, landasan helikopter, tempat pertemuan, dan 70 restoran.

Hal itu merupakan rencana untuk Abraj Kudai. Abraj Kudai merupakan sebuah komplek di Mekkah, Arab Saudi yang akan dibuka pada tahun 2017.

Didesain oleh lembaga arsitektur Dar Al-Handasah, bangunan seharga 3,5 miliar dollar AS ini sedang dalam pembangunan dan akan membentang seluas 1,4 juta meter persegi.

Sebuah cincin dari 12 menara akan muncul dari podium melewati dua kilometer dari Masjidil Al-Haram, menurut situs Dar-Al Handasah.

Menurut DesignMena dikutip dari CNN Travel, menara akan menyiapkan 10.000 kamar hotel. Saat ini, Las Vegas merupakan hotel terbesar dalam jumlah kamar.

Menurut hasil riset perusahaan industri hotel, STR Inc, MGM Grand memiliki rekor 6.198 kamar.

Berikut adalah lima hotel dengan jumlah kamar terbanyak berdasarkan STR:

1. MGM Grand Hotel, Las Vegas: 6.198 kamar

2. First World Hotel, Malaysia: 6.118 kamar

3. Luxor Hotel, Las Vegas: 4.400 kamar

4. Mandalay Bay Resort, Las Vegas: 4.332 kamar

5. The Venetian, Las Vegas: 4.049 kamar




Sumber : Kompas travel

Ketagihan Selfie! Bikin Remaja Mau Bunuh Diri

10:46:00 PM 0
Kegiatan mengambil potret diri alias "selfie" ternyata bisa membuat ketagihan, bahkan membawa akibat fatal. Itulah yang nyaris terjadi pada pemuda 19 tahun asal Inggris, Danny Bowman.

Bowman menderita body dysmorphic disorder, yaitu kecemasan berlebihan terhadap tampilan fisik. Remaja pria ini bisa menghabiskan waktu 10 jam sehari untuk mengambil ratusan selfie.

Sebagaimana dikisahkan dalam artikel The Mirror, semuanya berawal ketika Bowman mulai mengunggah foto selfie-nya ke Facebook saat berumur 15 tahun. Merasa ketagihan dengan komentar yang diberikan teman-temannya, Bowman pun terobsesi ingin mengambil potret diri yang sempurna.

Dia lalu mulai menghabiskan banyak waktu memakai ponselnya untuk menjepret selfie, termasuk dengan membolos dari kelas sekolah sehingga akhirnya drop-out.

Keadaan bertambah parah ketika Bowman yang ingin menjadi model ditolak oleh sebuah agency yang mengatakan bahwa penampilan fisiknya kurang cocok untuk seorang foto model.

"Mereka bilang bentuk tubuh dan kulit saya tidak sesuai," ujar Bowman. Kecanduannya bertambah parah dan berlangsung selama dua tahun.

Puncaknya, pada Desember 2012, Bowman mengambil lebih dari 200 selfie dalam sehari dan mencermati tiap foto berulang-ulang. "Saya tak menemukan satu pun yang saya suka. Saya merasa tak tahan lagi dan mulai menelan banyak obat (untuk bunuh diri)," katanya.

Beruntung, orangtua Bowman mengetahui upaya bunuh diri itu dan melarikannya ke rumah sakit. Bowman bisa selamat dan segera diajak berkonsultasi dengan seorang psikiater di London Hospital. Di rumah sakit tersebut, dia dijauhkan dari gadget miliknya yang biasa dipakai untuk mengambil selfie.

Bowman pun dibuat belajar menyadari bahwa dia tak perlu memeriksa penampilannya setiap saat.

Kini, Bowman sudah "sembuh" dan tak mengambil selfie lagi selama tujuh bulan. "(Selfie) kedengarannya sangat sepele dan tidak mengancam, tetapi justru itulah yang membuatnya jadi sangat berbahaya. Saya hampir kehilangan nyawa karena hal tersebut, tetapi saya selamat dan tak akan pernah melakukan itu lagi," ujarnya.



Sumber :kompas

Ekstrim !! Potong Tangan Untuk Berhenti Kecanduan Internet

12:11:00 AM 0
Perbuatan seorang pemuda 19 tahun asal kota Nantong, Tiongkok ini benar-benar membuat geleng kepala. Dia memotong hingga putus tangan kirinya sendiri sebatas pergelangan dengan memakai sebuah pisau dapur.

Si pemuda yang namanya tak disebutkan itu, menurut laporan The Telegraph yang dikutip Kompas Tekno, Minggu (8/2/2015), rupanya berpikiran ingin menyembuhkan diri sendiri dari “penyakit” kecanduan internet. Sayang, cara yang ditempuhnya terbilang ekstrim dan membuat miris.

“Kami tak bisa menerima apa yang telah terjadi. Ini benar-benar tak disangka. Dia seorang anak yang pintar,” ujar ibu sang pemuda kepada wartawan.

Si ibu mengatakan bahwa pada Rabu (4/2/2015) lalu anaknya itu menghilang dari kamar rumah sekitar pukul 11 malam. Di tempat tidurnya hanya terdapat lembaran kertas berisi tulisan pemberitahuan.

“Ibu, saya pergi ke rumah sakit sebentar,” bunyi tulisan tersebut. “Jangan khawatir karena saya akan pulang ke rumah malam ini.”

Rupanya sang pemuda yang hanya diidentifikasi dengan nama “Little Wang” itu diam-diam ke luar rumah dan memotong tangannya di sebuah kursi taman. Dia kemudian memanggil taksi untuk pergi ke rumah sakit, sementara potongan tangannya ditinggalkan tergeletak begitu saja di tanah.

Tim dokter di sebuah rumah sakit universitas setempat berhasil menyambungkan potongan tangan sang pemuda setelah ditemukan dan dibawa oleh polisi, tetapi belum diketahui apakah si pemuda nekat bakal kembali bisa menggunakan tangannya seperti dulu atau tidak.

Pecandu internet

“Little Wang” adalah satu dari sekitar 24 juta “web junkie” atau pecandu internet yang diperkirakan berada di Tiongkok, negeri dengan jumlah populasi online sebesar 649 juta.

Pecandu internet adalah mereka yang demikian sering menghabiskan waktu di dunia maya sehingga seringkali melewatkan sekolah, atau bahkan jarang meninggalkan kamar tidur karena sibuk beraktivitas di ranah internet.

Di Tiongkok pun belakangan banyak bermunculan klinik dan pusat pelatihan ala militer untuk mengakomodir para pecandu internet yang ingin rehabilitasi.

Psikolog Tao Ran yang mengelola salah satu pusat rehabilitasi web junkie di Beijing mengatakan bahwa sekitar 14 persen pemuda di Tiongkok kini diperkirakan mengalami kecanduan internet.

“Mereka (pecandu internet) hanya melakukan dua hal, yakni tidur dan bermain (online),” kata Tao.

Fenomena ini pun telah menarik perhatian kaum politisi di  Tiongkok dan wilayah Asia Timur. Bulan lalu, misalnya, pemerintah Taiwan mengesahkan peraturan di mana orang tua bisa didenda jika membiarkan anaknya menggunakan “perangkat elektronik” dalam waktu lama.

Di Jepang, pusat-pusat “puasa internet” didirikan menyusul laporan yang menyebutkan bahwa ratusan ribu remaja di negeri sakura telah “menelantarkan” dunia nyata dan lebih giat berinternet.

Di Tiongkok sendiri, di kota Shanghai, para orang tua diharuskan mencegah anaknya “merokok, minum alkohol, berkeliaran di jalan, serta terlalu asyik dengan mainan online dan online”.

Tao mengatakan bahwa langkah-langkah yang lebih tegas perlu dilakukan dalam menyikapi para pecandu internet. Anak-anak di bawah 7 tahun, menurut dia, harus dijauhkan dari internet dan game online. Remaja di bawah 18 tahun pun disebutnya perlu dilarang masuk ke kafe internet.

 
Sumber: Kompas (The Telegraph )

Taman Bermain Berusia 2 Juta Tahun di Tiongkok

11:46:00 PM 0
Sebuah situs taman bermain berusia dua juta tahun telah ditemukan di Provinsi Hebei, Tiongkok. Situs ini merupakan taman bermain hominid kuno yang terdiri dari 700 obyek batu dan 20.000 fragmen.

Pemimpin penelitian, Wei Qi, memercayai beberapa di antara temuannya itu adalah mainan khusus anak-anak.

Ia juga berspekulasi, obyek dengan panjang kurang dari dua inci tersebut dibuat oleh ibu untuk anak-anaknya.

"Anda akan merasakan cinta serta gairah semangat si pembuat," ujar Wei.

Situs di cekungan Nihewan ini berada tepat pada sebuah cekungan di Nihewan yang juga menjadi sumber penemuan harta kuno sejak 1921. Melalui proses magnetik, temuan ini diprediksi lebih tua dibandingkan situs Dmanisi di Georgia yang disebut-sebut UNESCO sebagai yang paling tua.

Meski demikian, penelitian ini juga meragukan adanya teori tentang "bermain". Pasalnya sulit untuk menyingkirkan kemungkinan bahwa fragmen batu yang ditemukan bisa saja dibuat karena proses kekuatan alam.


 
Penemuan ini menantang perspektif bahwa Afrika adalah satu-satunya asal-usul manusia. Selama ini, para ilmuwan umumnya percaya bahwa hominid pertama bermigrasi keluar dari Afrika sekitar 1,8 juta tahun yang lalu. Jika ada hominid di Tiongkok pada saat yang sama atau sebelumnya, ini menunjukkan mereka telah meninggalkan Afrika sebelumnya atau hominid independen berkembang di Tiongkok pada saat yang sama.

"Waktunya sangat menarik," kata Wei. "Ini bisa membuka pintu untuk diskusi baru tentang asal-usul hominid."(Foxnews Science, Ancient Orgins).


Sumber : Kompas

Abu Nawas Menangkap Harimau Berjenggot

6:44:00 AM 0
Kisah Abu Nawas hadir kembali menemani pembaca di bulan Mei 2015 ini. Kali ini Abu Nawas mendapatkan misi dari Baginda Raja Harun untuk menangkap dan membawa harimau berjenggot ke hadapan yang mulia. Abu Nawas harus mampu menangkap harimau berjenggot sebelum delapan hari lamanya.

Namun bukanlah Abunawas kalau tak mampu menjalankan misi dari rajanya dan selalu saja berhasil. Misi yang diemban bukanlah hal yang remeh karena kalau gagal pasti raja akan menghukumnya dengan berat.

Kisahnya

Pada suatu hari, Raja Harun terlihat gusar seakan menyimpan amarah. Selang beberapa saat, pengawal raja disuruh untuk membawa Abu Nawas ke hadapannya. Abu Nawas dengan senang hati menerima undangan yang mulia raja. Setelah sampai di hadapan raja, Tuanku Raja Harun memberi perintah dengan lantang.

"Aku ingin sekali melihat harimau berjenggot, dan engkau aku tugaskan untuk menghadirkan harimau berjenggot ke depanku, "titah raja dengan tegas.
"Baiklah yang mulia, saya akan melaksanakan tugas ini, "jawab Abu Nawas.


Sudah wajar, Abu Nawas kali ini serius kalau tidak ingin dipenjara. Dia mengetahui bahwa Raja Harun tidaklah main-main. Abu Nawas bisa menangkap keinginan raja yang tidak masuk akal ini, apalagi waktu yang diberikan kepadanya hanya delapan hari saja. Oleh karena itu, Abu Nawas memeras otaknya agar titah raja bisa terlaksana dengan lancar.

Sesampainya di rumah, Abu Nawas memerintahkan tukang kayu untuk membuat kandang harimau yang kuat. Pengerjaannya berlangsung selam tiga hari dan akhirnya selesailah kandang harimaunya, yang belum ada cuma harimau berjenggotnya untuk mengisi kandang tersebut. Ia berpesan kepada istrinya jika ada tamu berjenggot yang datang, maka harus duduk di kandang tersebut.

Berjamaah di Musala


Pada siang itu, Abu Nawas melaksanakan shalat Zuhur di musala dekat kampunya. Selesai shalat berjamaah, Abu Nawas tak segera beranjak dari tempat duduknya. Akhirnya dia didatangi oleh sang imam.
"Tumben sekali, Anda shalat berjamaah di sini, "kata sang imam.

Abu Nawas tak langsung menjawab, tapi dia menunjukkan raut wajah sedih. Ditanya oleh sang imam kenapa bersedih tapi Abu Nawas enggan menjawab, dan barulah setelah dipaksa mengatakannya, ia mengatakan kejadian yang sebenarnya kepada sang imam. Sang imam tampak penasaran sekali dan tak sabar ingin mendengar ceritanya.





"Semalam saya cek cok dengan istri dan akupun bertengkar hebat, karena itulah aku ingin meninggalkan rumah dan shalat di musala ini, "ujar Abu Nawas.
Lalu sang imam meminta izin Abu Nawas agar diperbolehkan mendatangi istri Abu Nawas untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut, dan Abunawas mengizinkan sang imam. Sang imam dengan cekatan menemui istri Abunawas.

"Wahai adinda, buat apa memiliki suami yang jahat dan miskin, apalagi kehidupan Abu Nawas tidak karuan, jadilah istriku, kamu pasti akan lebih bahagia dan tidak kekurangan apapun, "ujar pria yang sudah lama menginginkan istri Abu Nawas ini.
"Baiklah, jika memang itu kehendak Anda, "ujar istri Abu Nawas.

Kandang Berisi Harimau Berjenggot


Namun tak lama kenudia terdengar suara pintu diketuk oleh orang, dan saat itulah sang imam terkejut dan bingung harus bersembunyi diman. Namun istri Abu Nawas menyarankan untuk bersembunyi di kamar Abu Nawas yang ada kandang harimaunya. Masuklah sang imam ke kandang macan itu lalu ditutupi kain oleh istri Abu Nawas.

Saat Abu Nawas bertanya kepada istri apa yang ada di kandang harimau, dijawabnya tidak ada apa-apa. Setelah waktunya tiba, Abu Nawas membawa kandang harimau beserta imam ke istana dan para penduduk banyak yang menyaksikan karena penasaran seperti apakah wajah harimau berjenggot itu.






Betapa malunya sang imam dengan kejadian seperti itu, dia tetap menyembunyikan wajahnya hingga ke hadapan raja. Sang imam semakin malu ketika baginda raja mencoba menatap wajah sang imam dan buang muka ke arah yang berlawanan.

"Apa-apaan engkau ini Abu Nawas? Kenapa sang imam bisa ada di kandang ini? "ujar baginda raja.
"Betul Baginda, tahukah Baginda kenapa dia bisa berada di kandang ini? "tanya Abu Nawas.

Lalu Abu Nawas menceritakan kronologis kejadiannya. Betapa sang imam semakin menundukkan kepalanya dan Baginda terlihat murka karena sebagai imam seharusnya dia mampu memberikan contoh dan teladan kepada warga, sebaliknya kok malah mengganggu istri orang yang merupakan perilaku tidak terpuji.

Setelah itu sang imam dicopot dari jabatannya dan Abu Nawas malah diberi hadiah oleh Raja Harun berupa uang emas.