Abu Nawas Dua Kali Terbebas dari Kematian

2:16:00 AM 0
Selamat sore kawan semuanya.

Blog KISAH ABU NAWAS akhirnya bisa update postingan lagi nih.

Terima kasih buat para penggemar kisah di blog ini yang senantiasa setia berkunjung kemari. Semoga kalian semua diberi kesehatan selalu oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dan tak lupa semoga lancar saja semua kegiatan yang sedang kalian lakukan.

Dalam kurun waktu yang berdekatan, Abunawas terancam mati sebanyak dua kali.
Yang pertama adalah ia akan dimakan oleh suku pedalaman dan yang kedua hukuman pancung dari Sang Raja. Namun, bukan Abu nawas jika tak dapat meloloskan diri.

Kisahnya

Pada suatu hari Abu Nawas berjalan-jalan hingga sampai di kampung pedalaman. Kampung tersebut berada di daerah gurun nan jauh dari tempat tinggalnya. Di kampung itu nampak keramaian, dan ternyata ada kerumunan orang yang sedang membuat bubur.

Ketika Abu Nawas asyik mengamati suasana, tanpa disadari ada puluhan pasang mata yang mengawasinya. Tidak berapa lama kemudian, Abu Nawas sudah tertangkap dan diikat oleh para penduduk setempat. Lalu dia pun dibawa ke tengah-tengah kerumunan orang yang sedang membuat bubur tersebut.

Saat ada seseorang yang membawa golok tajam mendekatinya, Abu Nawas tidak tinggal diam saja.
"Hei, kenapa aku ditangkap?" tanya Abu Nawas.

Salah seorang dari mereka menjelaskan bahwa setiap ada orang asing, mereka akan menyembelih, lalu mencampurnya ke dalam adonan bubur dan memakannya. Mendengar penjelasan itu, Abu Nawas ketakutan juga. Namun, meski dalam keadaan terjepit, dia masih sempat berpikir dengan jernih.




Abu Nawas akan Dijadikan Campuran Bubur

"Kalian lihat saja, badanku kurus kering, jadi dagingku tidak banyak. Kalau kalian mau, besok aku bawakan temanku yang badannya gemuk sehingga kalian bisa makan untuk lima hari lamanya. Aku janji, maka lepaskan aku, "pinta Abu Nawas.

Karena janjinya itu, akhirnya Abu Nawas dilepaskan. Abu Nawas berpikir keras untuk menemukan siasat agar dirinya berhasil membawa teman yang gemuk. Terlintas di pikirannya bahwa Sang Raja Harun Ar-Rasyid.
"Seharusnya raja tahu kondisi ini dan alangkah baiknya jika dia mengetahuinya sendiri,"guma Abu Nawas dalam hati.

Abu Nawas pun segera menghadap Raja Harun. Dengan berbagai bujuk rayu, akhirnya dia berhasil mengajak raja hanya berdua saja. Sesampainya di kampung pedalaman itu, tanpa banyak bicara, warga langsung menangkap raja. Abu Nawas pun segera meninggalkan kampung itu. Dalam hatinya dia berpikir,
"Bila raja pintar,pasti dia akan bisa membebaskan diri, tapi kalau tidak, maka raja akan mati."

Abu Nawas berpikir gambling begitu ya karena dia yakin bahwa rajanya cukup cerdas untuk bisa meloloskan diri dari kampung pedalaman itu.

Sementara itu, raja yang sedang ditawan tidak menyangka sama sekali akan disembelih warga kampung pedalaman yang masih merupakan wilayah kekuasaannya. Dalam keadaan takut, raja memiliki inisiatif juga rupanya.
"Jika membuat bubur, dagingku ini tidaklah terlalu banyak karena banyak lemaknya. Kalau diijinkan, kalian akan aku buatkan peci kemudian dijual dengan harga jauh lebih mahal daripada harga buburmu itu, "bujuk Raja Harun ke warga kampung pedalaman.

Mereka menyetujui dan meminta raja untuk menyelesaikan peci itu. Setelah peci selesai dibuat, raja pun dibebaskan.




Dihukum Gantung

Setelah raja dibebaskan, Abu Nawas segera dipanggil karena telah berani mencelakakan rajanya sendiri.
"Wahai Abu Nawas, engkau benar-benar telah membahayakan aku, kamu harus digantung !"ujar Raja Harun dengan geram.

Namun, Abu Nawas minta diberikan waktu untuk pembelaan dirinya.
"Baiklah, tetapi kalau ucapamu salah, niscaya engkau akan dibunuh hari ini juga,"ujar Raja Harun.

"Tuanku, alasan hamba menyerahkan kepada pembuat bubur itu karena ingin menunjukkan fakta kepada Paduka. Karena semua kejadian di dalam negeri ini adalah tanggung jawab Paduka kepada Allah SWT kelak. Raja yang adil sebaiknya mengetahui perbuatan rakyatnya, "kata Abu Nawas.

Setelah mendengar pembelaan diri Abu Nawas, Raja Harun Ar-Rasyid menerimanya dan membebaskan Abu Nawas. Setelah itu raja melakukan pembinaan kepada suku pedalaman tersebut.

Demikian kisah Abu Nawas pada hari ini dengan judul

Abu Nawas Dua Kali Terbebas dari Kematian

Sampai jumpa pada judul lain yang akan datang

Sekolah dalam Istana Dongeng

9:44:00 AM 0
Datang ke The Secondary School No.5 di Yoshkar Ola, Rusia bisa membuat kita terkenang dengan khayalan masa kecil. Bangunan sekolah berwarna abu-abu dengan atap pink ini dibangun mirip dengan gambaran istana dalam dongeng. 
 
Bangunan ini dibuat 12 tahun lalu oleh pengusaha sukses Rusia, Sergey Mamaev. Ide bentuk sekolah ini datang dari istrinya, Tatiana. Ia ingin mengajar di sekolah anak-anak. Karena keunikannya tersebut, The Scondary No. 5 dijuluki Ordinary Miracle.



Proses pembangunan sekolah unik ini dimulai sejak tahun 1998. Hanya dalam waktu tiga tahun, bangunan ini selesai dibuat dan bisa digunakan. Dalam kompleks sekolah tersebut, tersedia fasilitas lengkap, seperti kantin, kolam renang, dan pusat kebugaran. Untuk bisa bersekolah di tempat ini,  kita harus mengeluarkan uang sebesar US$ 61 atau sekitar Rp. 800.000,- per bulan. Namun sayang, sekolah ini hanya tersedia untuk tingkat TK, SD, dan SMP. Di tempat ini, juga ada sekolah seni untuk tingkat TK.


 

Menakjubkan! Melukis Dengan Kanvas Telapak Tangan

9:15:00 AM 0
Kanvas ternyata bukanlah satu-satunya media untuk melukis. Terbukti dari ide Svetlana Kolosova yang mencoba mengaplikasikan imaginasinya dalam telapak tangannya. Hmm...terdengar cukup unik, yuk simak karya-karya yang dihasilkannya.








Pemilu 2014: Ada 15 Cara Mencoblos Kartu Suara yang Sah

11:58:00 PM 0


Indonesia akan menyelenggarakan Pemilu 2014 pada tanggal 9 April 2014. 
Ada 15 Cara pemberian suara dengan cara mencoblos pada Surat Suara yang dinyatakan SAH, sebagai berikut:








Suara dinyatakan "SAH" apabila dicoblos dengan salah satu cara sebagai berikut:

(1)
Tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar, dan nama Partai Politik, suaranya dinyatakan sah 1 (satu) suara untuk Partai Politik.

(2)
 Tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon anggota, suaranya dinyatakan sah 1 (satu) suara untuk nama calon yang bersangkutan dari Partai Politik yang mencalonkan.

(3)
 Tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar dan nama Partai Politik, serta tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari Partai Politik yang bersangkutan, suaranya dinyatakan sah 1 (satu) suara untuk nama calon yang bersangkutan dari Partai Politik yang mencalonkan.

(4)
Tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar, dan nama Partai Politik, serta tanda coblos lebih dari 1 (satu) calon pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari Partai Politik yang sama, suaranya dinyatakan sah 1 (satu) suara untuk Partai Politik.

(5)
Tanda coblos pada kolom yang memuat lebih dari 1 (satu) calon pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari Partai Politik yang sama, suaranya dinyatakan sah 1 (satu) suara untuk Calon.

(6)
Tanda coblos terletak diantara 2 calon pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari Partai Politik yang sama, suara sah 1 (satu) suara untuk Partai Politik.

(7)
Tanda coblos terletak pada GARIS kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari Partai Politik yang sama, suara sah 1 (satu) suara untuk Partai Politik.

(8)
 Tanda coblos terletak selain di kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar dan nama Partai Politik dan nomor urut dan nama calon, namun masih satu tempat dengan kotak tersebut (berwarna abu-abu), suaranya sah 1 (satu) suara untuk Partai Politik.

(9)
 Tanda coblos terletak pada nomor urut calon tanpa nama, suara sah 1 (satu) suara untuk Partai Politik.

(10)
 Tanda coblos lebih dari satu pada kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar dan nama Partai Politik, suaranya dinyatakan sah 1 (satu) suara untuk Partai Politik.

(11)
 Tanda coblos tepat pada garis di kiri atau di kanan satu kolom yang memuat nomor urut dan nama calon, suaranya dinyatakan sah 1 (satu) suara untuk Calon.

(12)
Tanda coblos pada satu kolom yang memuat nomor urut dan nama calon, serta tanda coblos pada kolom abu-abu, suaranya dinyatakan sah 1 (satu) suara untuk Calon. 

(13)
 Tanda coblos pada satu kolom yang memuat nomor urut dan tanpa nama calon yang disebabkan calon tersebut meninggal dunia atau tidak lagi memenuhi syarat, DAN tanda coblos pada satu kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari satu partai politik yang sama, suaranya dinyatakan sah 1 (satu) suara untuk Calon yang masih memenuhi syarat.

(14)
 Tanda coblos pada lebih dari 1 (satu) calon pada masing-masing kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari partai politik yang sama , suaranya dinyatakan sah 1 (satu) suara untuk Partai Politik.

(15)
 Tanda coblos pada satu kolom yang memuat nomor urut, nama dan tanda gambar partai politik yang tidak mempunyai daftar calon, suaranya dinyatakan sah 1 (satu) suara untuk Partai Politik.

====================================================
Suara dinyatakan "TIDAK SAH" apabila dicoblos dengan salah satu cara sebagai berikut:

 (1)
 Tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar, dan nama Partai Politik, Sedangkan tanda coblos calon terletak pada partai politik yg berbeda, suaranya dinyatakan TIDAK SAH.

(2)
  Tanda coblos terletak hampir mengenai garis/diluar kolom pada kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar, dan nama Partai Politik, suaranya dinyatakan TIDAK SAH.

(3)
Tanda coblos terletak diantara kolom Partai Politik, suaranya dinyatakan TIDAK SAH.

(4)
  Tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar dan nama Partai Politik, DAN tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon, SERTA ada tanda coblos diluar kolom, suaranya dinyatakan TIDAK SAH.