Cara Berkebun Abu Nawas

4:16:00 AM 0
Selamat malam sahabat, gimana kabarmu hari ini...
Semoga tetap sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kisah Abu Nawas hadir kembali dengan sajian kecerdikan wan Abu. Dia ingin berkebun tanpa harus bersusah payah sibuk mencangkul karena sudah dicangkulkan orang lain secara gratis.

Ibaratnya, diam itu pasti, mungkin itulah istilahnya. Sebuah cara jitu dari si cerdik Abu Nawas dalam menghadapi orang-orang yang kelakuannya seringkali menjengkelkan. Meskipun tidak protes atau adu fisik, namun siasat Abunawas cukup membuat orang-orang tersebut menghentikan kebiasaan buruknya.



Kisahnya

Seorang musuh tak selamanya harus dilawan dengan kekuatan fisik. Akan tetapi bagaimana seseorang dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki musuhnya tersebut untuk kepentingan dirinya.

Itulah cara Abu Nawas dalam menyikapi tingkah laku pengawal Raja Harun Arrasyid yang seringkali membuatnya jengkel. Meski demikian, ia tak melawannya secara reang-terangan, melainkan menggunakan siasat yang baik dan tepat.

Bagi seorang Abu Nawas, membalas perilaku jelek dari musuh malah tidak akan menyelesaikan masalah. Bahkan hal itu hanya akan membuat musuh akan semakin memusuhi dan membenci dirinya.

Kegelisahan Abu Nawas

Kegelisahan Abunawas terhadap pengawal raja bermula sejak dia diangkat menjadi penasehat istana. Bukan tanpa apasan, raja mengangkat dirinya karena Abunawas memiliki kecerdikan yang begitu tinggi.

Sejak tinggal di istana kerajaan, Abu Nawas mulai jauh dari keluaarganya yang tinggal di rumah. Hal itu membuatnya seperti terpenjara. Bahkan untuk berkomunikasi dengan istrinya saja ia hanya bisa menanyakan kabar via surat.

Oleh karena itu, setiap merasa rindu terhadapkeluarga, Abu Nawas pun mengirimkan surat kepada istrinya, begitu pula sebaliknya.
Hanya saja yang membuatnya jengkel yaitu setiap kali surat itu dikirimkan, pasti terlebih dahulu dibaca oleh pengawal raja.

Bahkan semua suratnya telah diteruskan kepada raja untuk dibaca. Padahal tak jarang dalam surat itu terdapat tulisa-tulisan yang sifatnya pribadi yang mestinya hanya cukup diketahui oleh yang bersangkutan saja.




Surat dari Istri Tercinta

Setelah sekian lama tinggal di istana, Abu Nawas akhirnya mengetahui kebiasaan negatif dari pengawal raja. Para pengawal raja seringkali melakukan tindakan seenaknya sendiri.


Pada suatu hari, Abu Nawas menerima surat dari istrinya yang mengatakan,
"Suamiku, kapan saatnya kita menanam di kebun kita?" tanya istrinya.

Abu Nawas pun bergegasmembalas surat dari istrinya tersebut.
"Janganlah sekali-kali menanam di kebun, karena di situ aku menyimpan rahasia negara." tulis Abu Nawas di suratnya.

Jawaban Abu Nawas singkat dan sederhana saja.

Jawaban yang singkat dari Abu Nawas itu membuat para pengawal raja terkejut dan bertanya-tanya. Dengan diam-diam, ia munuju kebun Abu Nawas bersama dengan beberapa prajurit istana dan mencangkul seluruh kebun milik Abu Nawas.

Namun apa yang terjadi, para pengawal tidak menemukan apa-apa. Apa yang mereka lakukan itu hanya membuat mereka letih, capek dengan keringat bercucuran yang mengalir di tubuhnya.

Kecerdikan Abu Nawas

Pada keesokan harinya, istri Abu Nawas mengabarkan kejadian di kebun mereka via surat sebagaimana biasanya. Tetap disensor loh oleh pengawal raja yang tadi.

Begini isi suratnya,
"Suamiku, kemarin beberapa prajurit dan pengawal raja datang ke rumah serta menggali setiap sudut di kebun kita," terang isrti Abu Nawas.

Surat balasan dilayangkan,
"Nah, sekarang kebun kita sudah dicangkuli dan kita siap menanaminya," jawab Abu Nawas dalam suratnya.

Istri Abu Nawas kini dapat memulai menanam di kebun tanpa harus bersusah payah mencangkul.

Sementara itu, surat balasan itu sempat dibaca olkeh pengawal raja dan raja sendiri. Raja merasa kecewa atas apa yang telah dilakukan oleh pengawalnya. Raja menilai bahwa para pengawalnya tak bisa memberikan berita yang akurat. Dan akibatnya, raja memberhentikan mereka sebagai pengawal raja.

Keputusan raja tersebut disambut gembira oleh Abu Nawas. Kini, surat-surat yang ia kirimkan ke istrinya, maupun surat-surat istri untuk dirinya, aman terkendali, tak pernah dibaca lagi oleh pengawal raja.

Nah...itulah teknik baru cara berkebun, tentu saja model ala Abu Nawas.
Terima kasih.

by:
Admin Kisah Abu Nawas

Sindiran Abu Nawas Kepada Pejabat Pemerintah

12:33:00 AM 0
Selamat sore sobat...
Kisah Abunawas hadir kembali.

Abu Nawas memang memiliki otak yang cerdas.

Pada suatu hari Abu Nawas mengajak berdebat seorang pejabat yang sombong. Dalam debat tersebut, dia berhasil mengalahkan pejabat itu sehingga sang pejabat malu dibuatnya.




Kisahnya

Suatu ketika....Abunawas menerima undangan untuk sebuah jamuan makan malam. Dalam undangan tersebut, dia juga dimintai tolong untuk mengisi acara jamuan dengan tausyiahnya, ceramah agama.

Dari itu, Abu Nawas pun datang menghadiri undangan itu untuk menghormati dan menyenangkan tuan rumah. Namun, karena datangnya lebih awal, Abu Nawas pun dipersilahkan duduk di kursi bagian depan. Di kursi itu, Abu Nawas seakan-akan menjadi tamu yang terhormat.

Beberapa saat kemudian, para undangan yang lain pun hadir dan langsung menempati kursi-kursi yang disediakan. Kemudian, menyusul para pejabat kerajaan yang datang dan langsung menuju kursi yang paling depan. Akan tetapi, pejabat itu sangat terkejut karena kursi paling depan sudah diisi oleh Abu Nawas.

Mendapati kenyataan itu, pejabat tersebut langsung memprotes kepada panitia penyelenggara makan malam dengan keras.

"Kenapa saya yang lebih terhormat berada di belakang dan justru Abu Nawas itu berada di depan, "protes pejabat.
"Pertanyaan Bapak seharusnya ditanyakan langsung kepada Abu Nawas sendiri, "kata Abu Nawas.




Janji Adalah Hutang

Karena merasa psisinya disamakan dengan masyarakat yang lain, pejabat itu pun tidak terima. Ia berjalan ke depan menuju Abu Nawas dan berbisik bahwa yang pantas duduk di kursi itu adalah dirinya yang merupakan pejabat kerajaan terhormat.

"Wahai Abu Nawas, kamu tidak pantas duduk di sini, karena kursi depanseharusnya diisi oleh pejabat seperti saya, "tegas pejabat itu dengan congkaknya.

Mendapatkan tegoran somong dan merendahkan itu, Abu Nawas mulai angkat bicara. Maka terjadilah perdebatan sengit diantara mereka. Cukup menghebohkan untuk semua yang hadir di acara tersebut.

"Saudara pejabat yang terhormat, pada kenyataannya Anda itu tidak lebih dari seorang pesulap, "kata Abu Nawas dengan suara cukup lantang.
"Wah, tidak bisa begitu, saya adalah pejabat kerajaan, bukan pesulap, "cetus pejabat.

Semua tamu undangan yang hadir menjadi tegang.
Sebagian dari mereka ada yang berdiri untuk menyaksikan pedebatan itu dan berharap Abu Nawas mampu melumpuhkan sang pejabat yang terkenal sombong itu.

"Sekalipun saya adalah pesulap, tapi ketika naik panggung, saya bisa bertindak sesuai janji. Saat saya berjanji mengubah sapu tangan menjadi kelinci, maka bim salabim, sapu tangan itu benar-benar berubah menjadi kelinci, "terang Abu Nawas.

Betapa Malunya Pejabat

"Maksudmu bagaimana? Apa hubungannya?" tanya pejabaat.
"Anda saya katakan sebagai pesulap yang gagal karena Anda tidak bisa mengubah semua itu. Lihatlah, ketika naik panggung, Anda berjanji akan merubah nasib rakyat kecil menjadi lebih baik. Tapi, setelah terpilih menjadi pejabat, keadaan rakyat kecil sama saja seperti sebelum Anda menduduki jabatan itu, "jelas Abu Nawas.

Mendapatkan perkataan demikian, pejabat itu hanya bisa diam seribu bahasa dengan perasaan malu banget. Kepalanya pun hanya bisa tertunduk seakan tidak tahan dengan perkataan Abu Nawas yang telah memalukan dirinya di hadapan orang banyak.

"Nah, kalau begitu, mana yang lebih baik dan lebih pantas duduk di kursi paling depan, "tanya Abunawas denga penuh percaya diri.

Tanpa membalas sepatah kata pun, pejabat itu langsung kembali mundur, menempat kursi belakang dimana tempat dirinya duduk semula.

Terima kasih buat sobat yang sudi mampir dan membaca artikel Kisah Abu Nawas ini.
Bukankah banyak tuh, calon-calon pejabat yang cuma bisa janji-janji, tapi setelah terpilih, janjinya tidak ditepati.

Sekian...
Selamat sore.

gambar hanya ilustrasi saja comot dari sragen online.
Ketika Gus Dur Dikibulin

Ketika Gus Dur Dikibulin

10:11:00 PM 0

Gus Dur rutin tidur malam pukul 01.00 WIB. Ketika bertanya kepada keluarga atau pengawalnya, “Jam berapa sekarang?” dan jawabannya belum sampai waktu yang ditentukan itu, ia tidak akan tidur.

Nah untuk menjaga kesehatan Gus Dur agar tidak tidur terlalu malam, pihak keluarga pun berkomplot. “Kalau Gus Dur tanya jam berapa, bilang sudah jam satu.” Dan Gus Dur pun beranjak tidur.

Hal itu
Cerita Gus Dur dan Duta Masyarakat

Cerita Gus Dur dan Duta Masyarakat

10:04:00 PM 0


PAGI-PAGI sekali, Gus Dur mengundang santrinya. “Tolong, Kang, dibacakan lagi tulisanku. Bilang saja kalau ada kalimat yang tidak mudah dipahami atau ada tanda baca yang belum pas,” Gus Dur meminta.

Kang Santri menerima dua lembar tulisan Gus Dur dengan takdim. Lalu duduk di bawah sang guru. Dia langsung membacanya dengan jelas. Tapi, paragraf pertama belum habis dibaca, Gus Dur keluarkan
Gus Dur Berbagi Amplop

Gus Dur Berbagi Amplop

10:01:00 PM 0
Usai memberikan ceramah di suatu acara pengajian, Gus Dur dihampiri banyak orang yang ingin bersalaman dengannya. Seperti kiai pada umumnya, masyarakat memberikan amplop berisi uang kepada Gus Dur, atau kita kenal dengan salaman templek, pada saat bersalaman. Ini sebagai satu bentuk penghormatan. Isi amplopnya bisa beragam, sesuai kadar kemampuan ekonomi si pengamplop.Setelah acara, Gus Dur
Pentas Seni

Pentas Seni

9:57:00 PM 0
 

Suatu hari, Gus Dur melakukan perjalanan malam dari Demak ke Lirboyo, Kediri. Sastro al-Ngatawi mendampinginya. 

Sampai di Sragen, bis yang ditumpangi keduanya tidak mau melanjutkan perjalanan, karena penumpangnya hanya mereka berdua.

"Tro, gimana ni?" tanya Gus Dur."Lah ya kita kita turun Gus," jawab Sastro.

Dengan berat hati, keduanya turun. Berdiri di pinggir jalan. Setelah lebih dari 30
Latar Belakang Presiden

Latar Belakang Presiden

9:51:00 PM 0








Prof Dr Mahfud MD diminta Presiden Gus Dur untuk menjabat Menteri Pertahanan, tapi ia menolak karena merasa tidak punya latar belakang di bidang itu.

“Saya ini tidak punya latar belakang di bidang pertahanan. Latar belakang saya kan hukum tata negara,” kata Mahfud.

Gus Dur menjawab, ”Kalau masalah gitu gaperlu latar belakang. Saya aja ga punya latar belakang presiden, tapi bisa jadi
Gus Dur Kalah

Gus Dur Kalah

9:49:00 PM 0








Konon Gus Dur sempat memimpin perusahaan penerbangan Abdurrahman Wahid Air atau AW Air. Waktu itu Gus Dur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantornya, melihat para pegawainya bekerja.Gus Dur sempat kaget melihat seorang yang duduk-duduk santai. Tidak bekerja. Padahal ini masih jam kerja.“Kamu tidak bekerja?” tanya Gus Dur“Maaf. Saya lagi istirahat Pak,” katanya.Gus Dur tidak menjawab
Masa ngomong aja nggak boleh?

Masa ngomong aja nggak boleh?

9:40:00 PM 0








Nyeleneh, kontroversi, ceplas-ceplos, humoris, cerdas dan seakan tak pernah kehabisan akal. Begitulah beberapa karakter yang melekat pada diri KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Cucu Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari itu pun pernah menjadi Presiden RI ke-4, meski kemudian dilengserkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebelum masa jabatannya berakhir
Golkar Minjem ini dari NU dan belum dikembalikan

Golkar Minjem ini dari NU dan belum dikembalikan

9:32:00 PM 0


Saat acara peringatan hari lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-46. Sejumlah tokoh nasional, Angkatan 66 dan ratusan kader PMII hadir dalam acara yang digelar di Hotel Acacia, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (20/4).

Dalam sambutannya, Gusdur menegaskan tentang komitmen keindonesiaan & kebangsaan dengan cara mengawal terus Indonesia dengan islam ala Indonesia.

Tepat 5 menit

Tepat 5 menit

9:29:00 PM 0


Waktu itu, Gus Dur --presiden-- menghadiri perteman tingkat tinggi kepala-kepala negara dunia. Setiap kepala negara diberi kesempatan berpidato 5 menit. Agar tidak ada yang lupa dan berlantur-lantur pidatonya, sengaja di depan mimbar dipasang lampu kuning-hijau-merah seperti di MTQ. Hijau mulai bicara, kuning siap-siap, merah berhenti. Begitu Gus Dur selesai pidato, tepuk tangan hadirin
Gus Dur Bagi bagi HP

Gus Dur Bagi bagi HP

9:15:00 PM 0



Suatu ketika Gus Dur membagi-bagikan handphone kepada sejumlah kiai NU. Beberapa kiai agak kikuk dengan teknologi telepon genggam itu.

Karena merasa sejumlah kiai koleganya sudah mendapatkan handphone, Gus Dur pun dengan mudah menghubungi mereka lewat telepon genggam tersebut.

Pada satu kesempatan, Gus Dur meminta kepada asistennya untuk mengirimkan SMS ke salah seorang kiai. Namun, lama